Puasa & Lebaran, Stok dan Harga Bahan Pokok di Bali Dijamin Aman

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 03 Mei 2018 | 08:44 WIB
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih melakukan pemantauan ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Kereneng, Denpasar. /JIBI- Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR - Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih memastikan persediaan dan harga bahan pokok di Bali saat puasa dan lebaran akan aman seusai melakukan pemantauan stok di Pasar Kereneng, Denpasar.

Dia melakukan pemantauan di Pasar Kereneng, Denpasar tepat pukul 07.00 WITA. Di pasar tersebut, dia berkeliling selama hampir 1 jam, dengan mendatangi pedagang beras, daging, hingga sembako.

Menurutnya, dari pemantauan tersebut, ada beberapa bahan pokok yang mulai turun harganya yakni cabai dan ayam. Untuk ayam, beberapa bulan terkahir harganya sempat menyentuh Rp40.000 per kg. Saat ini sudah turun jadi Rp38.000 per kg.

"Ayam sudah turun dan beberapa turun, walaupun naik sedikit nanti kita lihat apakah wajar atau tidak," kata Lasminingsih, Kamis (3/5/2018).

Selain itu, beberapa bahan pokok yang cenderung stabil yakni beras medium dengan nilai tidak melebihi harga acuan sebesar Rp9.450 per kg. Beberapa bahan pokom lainnya juga terhitung aman yakni, minyak goreng, telur, terigu, dan gula pasir.

"Untuk minyak goreng yang kita lihat sebenarnya minyak curah dan kemasan terutama yang ukuran 1 liter, untuk pasar ini kebanyakan masih banyak curah dengan kiloan pastik yang harganga juga dibawah acuan," ujarnya.

Menurut Lasminingsih, kegiatan pemantauan ini merupakan pekerjaan besar lantaran akan berdampak bagi kesiapan masyarakat menjelang bulan puasa dan lebaran. Apalagi, di Bali, juga sebentar lagi akan merayakan hari Raya Galungan.

Kata dia, pemantauan ini sengaja dilakukan untuk langsung melihat di lapangan ketersediaan dan harga barang.

"Dengan jumlah ketersedian yang memadai tentu harga tidak bisa main-main," katanya.

Jasa meminta pedagang yang ada di Pasar Kereneng untuk tidak pernah memainkan harga. Segala kecurangan di lapangan akan dapat diketahui oleh satgas pangan yang beranggotakan pihak kepolisian.

"Kalau ada hal-hal tidak baik, mereka [konsumen] bisa lapor ke satgas pangan," pungkas Lasminingsih.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya