Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pariwisata Bali Pulih, Hotel dan Restoran Serap 59.790 Tenaga Kerja

Lapangan usaha akmamin mengalami pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tertinggi bersama dua lapangan usaha lainnya yakni transportasi dan industri pengolahan.
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali./JIBI-Rachman
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali./JIBI-Rachman

Bisnis.com, DENPASAR – Pulihnya sektor pariwisata di Bali berdampak positif ke serapan tenaga kerja di lapangan usaha akomodasi, makanan dan minuman (akmamin) seperti hotel dan restoran. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Februari 2024 serapan tenaga kerja ke hotel dan restoran bertambah 59.790 orang jika dibandingkan dengan serapan tenaga kerja pada periode yang sama di 2023.

Kepala BPS Bali, Endang Retno Sri Subiyandani menjelaskan lapangan usaha akmamin mengalami pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tertinggi bersama dua lapangan usaha lainnya yakni transportasi dan industri pengolahan. 

“Tiga lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan jumlah pekerja terbesar, yaitu akamin dengan penambahan pekerja tertinggi sebesar 59.790 orang, selanjutnya pada transportasi dan pergudangan meningkat sebanyak 16.090 orang, serta industri pengolahan dengan penambahan jumlah pekerja sebanyak 14.290 orang,” jelas Subiyandani dari siaran pers, Selasa (7/5/2024). 

Sementara lapangan pekerjaan dengan penurunan jumlah pekerja terbanyak adalah pada jasa lainnya yang berkurang sebanyak 41.050 orang, selanjutnya perdagangan besar dan eceran turun sebanyak 15.480 orang, serta Pertambangan dan Penggalian dengan jumlah pekerja yang berkurang sebanyak 14.290 orang.

Jika dilihat secara keseluruhan, tiga lapangan pekerjaan dengan penyerapan tenaga kerja paling banyak di Bali adalah perdagangan besar dan eceran sebesar 19,54%, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 19,29%, dan Industri Pengolahan sebesar 16,40%, diantara ketiga lapangan pekerjaan penyerap tenaga kerja terbanyak, selama periode Februari 2024, hanya pekerja pada lapangan usaha perdagangan yang menurun.

BPS juga mencatat penduduk usia kerja pada Februari 2024 sebanyak 3,51 juta orang,  dengan angkatan kerja mencapai 2,71 juta orang atau 77,37% dari penduduk usia kerja, sisanya 0,79 juta orang  termasuk bukan angkatan kerja. Jika dibandingkan Februari 2023, terjadi penurunan jumlah angkatan kerja sebanyak 13.740 orang atau 0,48%.

Komposisi angkatan kerja pada Februari 2024 terdiri dari 2,66 juta orang penduduk yang bekerja dan 50.680 orang pengangguran. Penduduk bekerja mengalami peningkatan sebanyak 37.990 orang atau 1,45% dan pengangguran berkurang sebanyak 51.140 orang atau 50,23%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper