Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi NTB Tumbuh 4,75% Per Kuartal I/2024, Dipacu Kinerja Tambang

BPS mencatat ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kuartal I/2024 tumbuh 4,75% (yoy) jika dibandingkan periode yang sama di 2023.
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat./Ist
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat./Ist

Bisnis.com, DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kuartal I/2024 tumbuh 4,75% (yoy) jika dibandingkan periode yang sama di 2023.

Kepala BPS NTB, Wahyudin menjelaskan pertumbuhan ekonomi dipacu oleh 16 lapangan usaha dan hanya satu lapangan usaha yang mengalami kontraksi. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah pertambangan dan penggalian sebesar 12,48%, kemudian konstruksi sebesar 9,46% dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 8,71%. 

"Pertumbuhan ekonomi NTB ditopang kinerja tambang dan sejumlah lapangan usaha lainnya. Kinerja tambang memang menyumbang pertumbuhan paling besar," jelas Wahyudin dari siaran pers, Senin (6/5/2024).

Selanjutnya, lapangan usaha Informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 8,16%, pengadaan listrik dan gas sebesar 6,50% dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial 6,37%, Sementara itu, lapangan usaha yang terkontraksi yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 4,13%

Jika dilihat dari sisi pengeluaran, ekonomi NTB pada kuartal I/2024 terhadap kuartal I/2023 (YoY) tumbuh 4,75%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 18,79%, diikuti oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) sebesar 13, 21 dan komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 7,79%.

Sementara itu, Komponen impor barang dan jasa yang merupakan pengurang dalam PDRB Menurut Pengeluaran mengalami pertumbuhan sebesar 8%. 

Pertumbuhan ekonomi NTB selaras dengan proyeksi Bank Indonesia sebelumnya, yang memproyeksikan ekonomi NTB tumbuh positif di kisaran 3,63% pada kuartal I/2024. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap menjelaskan ekonomi NTB pada kuartal I/2024 berada dalam area optimis, pertumbuhan positif ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga karena adanya hari besar keagamaan yakni Bulan Ramadan dan libur panjang Idulfirtri. 

“Pertumbuhan positif ekonomi NTB kami perkirakan masih berlanjut pada kuartal/ 2024 dan lebih tinggi, ditopang oleh konsumsi rumah tangga sejalan dengan periode Ramadan. Selain itu, akselerasi pertumbuhan turut ditopang oleh upaya optimalisasi kuota ekspor konsentrat tembaga yang berlaku hingga Mei 2024, sehingga berpotensi mendorong ekspor luar negeri,” jelas Berry.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi NTB juga ditopang oleh kinerja investasi diperkirakan tetap tinggi seiring dengan masih berlanjutnya pembangunan infrastruktur smelter di Kabupaten Sumbawa Barat. Pembangunan smelter pertama di kawasan Nusa Tenggara ini memang menelan investasi hingga Rp14,7 triliun. Smelter ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2024. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper