Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Instruksikan Mentan Tingkatkan Produksi Beras

Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk fokus meningkatkan produksi beras agar harga beras bisa terkendali.
Jokowi mengunjungi pasar Jatinegara untuk meninjau harga kebutuhan pokok, Selasa (19/9/2023) / Sekretariat Presiden - Muchlis Jr
Jokowi mengunjungi pasar Jatinegara untuk meninjau harga kebutuhan pokok, Selasa (19/9/2023) / Sekretariat Presiden - Muchlis Jr

Bisnis.com, GIANYAR — Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk fokus meningkatkan produksi beras agar harga beras bisa terkendali. 

Menurut Jokowi jika produksi beras dan kebutuhan pokok lainnya bisa ditingkatkan, akan lebih mudah mengendalikan harga. Jokowi mengakui hingga saat ini belum bisa mengendalikan harga beras yang masih tinggi. 

"Produksinya memang harus didorong terus agar naik, sehingga kalau suplainya banyak harga bisa ditarik turun. Mentan memang sudah saya perintahkan untuk fokus di produksi beras, karena disitu belum bisa kita kendalikan untuk kembali turun," jelas Jokowi di sela-sela kunjungannya di Pasar Bulan, Gianyar, Selasa (31/10/2023). 

Amran Sulaiman dilantik seusai Mentan Syahrul Yasin Limpo menjadi tersangka kasus korupsi dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Amran sendiri bukan orang baru di pemerintahan Jokowi, dia pernah menjabat Mentan saat pemerintahan Jokowi periode pertama. 

Sementara itu, dari pantauannya di Pasar Bulan, Jokowi mengaku harga kebutuhan pokok masih terkendali. "Di sini (Pasar Bulan) harga masih baik, masih baik," ujar Jokowi. 

Harga beras di Bali memang masih tergolong tinggi, untuk beras premium misalnya harganya masih di Rp14.000 per kg. Selain mengupayakan peningkatan produksi. Pemerintah juga sudah melakukan impor beras dari sejumlah negara. Bahkan impor beras pada 2023 ini diproyeksikan mencapai 3,5 juta ton, karena pemerintah menambah kuota impor sebesar 1,5 juta. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper