Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspor Bara Silver Terbuka Lagi Berkat Digitalisasi

Masifnya penggunaan digitalisasi dalam pemasaran produk membantu pengusaha UMKM di Bali dalam membuka pasar ekspor yang sempat tertutup akibat pandemi Covid-19.
Ekspor Bara Silver Terbuka Lagi Berkat Digitalisasi / Bara Silver - Istimewa
Ekspor Bara Silver Terbuka Lagi Berkat Digitalisasi / Bara Silver - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR - Masifnya penggunaan digitalisasi dalam pemasaran produk membantu pengusaha UMKM di Bali dalam membuka pasar ekspor yang sempat tertutup akibat pandemi Covid-19. Salah satunya dialami oleh produsen kerajinan perak Bara Silver yang kini menembus berbagai pasar di seluruh Indonesia dengan mengandalkan jalur penjuala dagang-el.

Owner Bara Silver Putu Sudi Adnyani mengatakan paska Covid, penjualannya kembali meningkat setelah menekuni jalur distribusi penjualan daring. Bahkan, kontribusi penjualan dari jalur distribusi luring dan daring kini seimbang, masing-masing 50 persen. Sebelum pandemi, penjualannya didominasi secara luring seperti dari pameran dan keikutsertaan di berbagai acara.

“Astungkara kita sambil rebahan kita sambil jualan enaknya,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (18/5/2023).

Bara Silver memproduksi kerajinan perak yang berlokasi di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar. Hasil karyanya paling banyak ditujukan untuk souvenir pernikahan. Karya Bara Silver saat ini banyak diminati oleh kalangan artis dan penjabat. Sudi menjelaskan usaha yang digelutinya sejak 2005 itu terpukul akibat Covid-19.

Akibat pandemi, penjualannya turun drastis. Hal itu terjadi karena biasanya penjualannya banyak diminati ketika mengikuti pameran di berbagai tempat serta ajang pertemuan di Bali. Karena pertemuan secara luring selama pandemi ditiadakan, praktis tidak ada lagi aktivias penawaran kepada calon pembeli. Padahal selama ini penjualannya lebih banyak mengandalkan pameran.

Bersyukur saat pandemi ada digitalisasi. Media sosial seperti Tiktok, Instagram serta dagang-el sangat membantu penjualan hasil karyanya. Keberadaan aplikasi tersebut ikut membantu memunculkan ide-ide baru inovasi. Dengan mengikuti tren perkembangan digital tersebut, penjualan mulai pulih kembali, khususnya di segmen ritel. 

Melihat besarnya peluang secara digital tersebut, dia memutuskan membentuk tim yang khusus menangani segmen ini. Pun demikian dengan reseller, disarankan menggunakan jalur yang banyak digemari anak milenial.

“Kami punya tim khusus dan Instagram paling kencang, reseller juga kita sarankan digital marketing,” tuturnya.

Peluang tersebut membangkitkan semangatnya paska pandemi. Puncaknya lagi ketika menjadi peserta mini showcase UMKM EXPO (RT) Brilianpreneur di Nusa Dua pada November 2022 silam Dalam ajang yang dilangsungkan oleh Bank BRI di perhelatan KTT G20 di Nusa tersebut, akses Bara Silver terbuka lebih lebar. Transaksi dengan buyer baru meningkat. Produknya juga mendapatkan kurasi sehingga memberi manfaat tambahan untuk menaikkan kualitas produk. 

Walhasil ekspor ke beberapa tujuan yang sempat berhenti karena covid seperti Australia dan Italia kini kembali berjalan. Menurutnya, semau itu bisa dinikmatinya karena sudah menjadi nasabah salah satu bank himbara tersebut sejak 6 tahun lalu. Pertimbangan ini pula yang membuatnya semangat untuk terus meningkatkan kualitas produk serta pemanfaatan digitalisasi demi mendapatkan pasar baru.

“Sekarang ekspor mulai terbuka lagi dan kami belajar lagi mengenai desain baru agar bisa menembus pasar ekspor,” jelasnya

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa multiplier effect dari UMKM sangat besar bagi ekonomi Indonesia. Kementerian Koperasi & UKM RI yang menunjukkan bahwa pelaku usaha sektor ini menyerap kurang lebih 119,6 juta tenaga kerja atau 96,92 persen dari total angkatan kerja di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa program yang diusung perseroan ini menjadi salah satu langkah nyata dan komitmen BRI sebagai agent of development untuk turut memajukan sektor usaha Indonesia. 

“BRI juga terus mempersiapkan journey nasabah UMKM untuk bisa naik kelas dimana salah satunya adalah mendorong nasabah untuk bisa menembus pasar ekspor dan go International melalui event ini yang kami sebut sebagai UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR”, kata Sunarso.

Sebagai bank yang berfokus pada sektor UMKM, lanjut Sunarso, BRI melihat peluang besar dari hasil karya anak bangsa yang dinilai memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara-negara lain.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper