Peternak Babi di Luwus Untung berlipat Setelah Gunakan Ini

Penggunaan pakan organik berawal dari mahalnya harga pakan anorganik yang sering kali membuat peternak merugi.
Peternakan babi./Istimewa
Peternakan babi./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Peternak babi di Desa Luwus, Baturiti, Kabupaten Tabanan yang tergabung dalam kelompok ternak panca sejati mulai mendapatkan keuntungan berlipat setelah beralih dari pakan anorganik ke pakan fermentasi atau organik yang mereka olah sendiri. 

Penggunaan pakan organik yang mereka olah dari sayuran, pohon pisang, jagung, sejumlah bahan alam lainnya ternyata mampu menekan biaya operasional. Ide pembuatan pakan sendiri muasalnya karena mereka tidak lagi membeli pakan ternak anorganik yang harganya mahal dan selalu naik setiap tahun. 

Ketua kelompok ternak panca sejati, I Wayan Artana menjelaskan penggunaan pakan organik berawal dari mahalnya harga pakan anorganik yang sering kali membuat mereka rugi, karena harga jual yang tidak selalu sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. 

Para peternak kemudian mencari alternatif lain untuk pakan babi mereka, berawal dari pertemuan dengan Gung Fajar setahun lalu, seorang pendamping peternak yang menyarankan peternak mengolah pakan organik dari bahan baku yang ada di alam. Setelah diajarkan prosesnya mereka kemudian memulai menggunakan pakan organik secara bertahap. 

“Setelah memahami proses tersebut, kami jalankan dan hasilnya mulai terasa, dalam perjalanan kami tidak perlu lagi membeli pakan anorganik yang mahal itu. Kami cukup mengangkut sampah-sampah organik di pasar, kemudian mencari pohon pisang di sawah. Walaupun harus beli tidak semahal pakan anorganik,” jelas Artana kepada Bisnis, Senin (27/2/2023). 

Artana menyebut bisa menekan biaya operasional hingga 60 persen, dan ketika dijual keuntungan mereka bisa mencapai Rp2,3 juta per ekor dari yang sebelumnya hanya Rp400.000 ribu per ekor. Melihat keberhasilan tersebut, masyarakat Luwus yang awalnya enggan beternak babi karena rugi kini kembali bersemangat untuk beternak. 

Peternak yang awalnya hanya berani beternak paling banyak 15 babi, kini berani menambah babi ternak mereka hingga 30 ekor babi per petani. Saat ini jumlah babi yang diternak oleh kelompok panca sejati 117 ekor dan ini diyakini akan terus bertambah karena ketertarikan masyarakat untuk kembali beternak babi. 

Selain itu, peternak juga mengaku babi mereka lebih sehat setelah diberikan pakan organik, setelah setahun menggunakan pakan tersebut, tidak ada satu babi pun di kelompok tersebut yang terserang penyakit walaupun sedang maraknya isu virus ASF.
“Ternyata daya tahan tubuh babi lebih baik dengan pakan fermentasi ini, makanya kami akan terus gunakan dan kembangkan,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper