Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indonesia Bidik Kunjungan Wisman Asia Selatan

Selama ini kunjungan wisman dari Asia Selatan masih didominasi oleh India.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 23 Januari 2023  |  14:35 WIB
Indonesia Bidik Kunjungan Wisman Asia Selatan
Wisman China menunggu kemunculan lumba-lumba di perjalanan menuju Pulau Gangga, Kamis (30/1 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, MANGUPURA – Indonesia membidik kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman di kawasan Asia Selatan pada 2023.

Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan sejumlah negara baru di Asia Selatan sedang dibidik oleh Indonesia seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Bangladesh, Pakistan. Khusus untuk Kazakhstan, ditargetkan 10.000 kunjungan wisman ke Indonesia termasuk ke Bali.

"Negara Asia Selatan ini kami bidik wisman kelas premiumnya, yang spending atau belanjanya besar jika berwisata. Asia Selatan ini ternyata juga punya potensi yang besar. Dari Kazakhstan sudah mulai datang 1.000 orang, jika diorganisir dengan baik kami optimistis target 10.000 wisman akan tercapai," jelas Ayu di Bandara Ngurah Rai, Minggu (22/1/2023).

Selama ini kunjungan wisman dari Asia Selatan masih didominasi oleh India. Bahkan pada 2022 kunjungan wisman dari India terbanyak nomor dua setelah Australia, dengan rata-rata kunjungan di atas 25.000 per bulan.

Indonesia saat ini sedang fokus untuk meningkatkan kunjungan wisman. Pemerintah pusat menargetkan 7 juta wisatawan mancanegara. Untuk Bali sendiri menargetkan 4,5 juta kunjungan wisman. Untuk mendorong pertumbuhan wisman, pemerintah akan terus menambah direct flight dari negara-negara potensial seperti Tiongkok dan negara lainnya.

Sementara itu Gubernur Bali, I Wayan Koster optimistis jumlah tersebut akan tercapai dengan dibukanya Tiongkok. Pada 2022 saja kunjungan wisman ke Bali sudah mencapai 2 juta orang. "Kami yakin dengan dibukanya Tiongkok akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata Bali. Saat ini kami akan," ujar Koster.

Pemprov Bali juga sudah mencabut Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga wisatawan bisa lebih leluasa berwisata di Bali. Walaupun sudah mencabut PPKM, pemerintah menjamin wisman yang masuk ke Bali sudah melalui tahapan pengecekan kesehatan atau screening.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Pariwisata pariwisata bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top