Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Transaksi Selama G20 di Bali Capai Rp21,5 Triliun

Pengeluaran terbesar selama G20 ada di sektor akomodasi, makanan dan minuman (akmamin) sejumlah Rp15,87 triliun, kemudian pengeluaran untuk sektor konstruksi.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 30 November 2022  |  19:38 WIB
Transaksi Selama G20 di Bali Capai Rp21,5 Triliun
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menutup rangkaian Presidensi G20 Indonesia, Rabu (16/11/2022), di Hotel The Apurva Kempinski, Bali. - Dok. Biro Setpres RI.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Rangkaian event G20 yang sudah berlangsung selama satu tahun di Indonesia khususnya di Bali memberi dampak luas terhadap perekonomian Bali sepanjang 2022.

Bank Indonesia mencatat terdapat transaksi pengeluaran mencapai Rp21,5 triliun sejak awal rangkaian KTT G20 dimulai pada Desember 2021 hingga puncak pelaksanaan KTT G20 yang berlangsung 15-16 November 2022.

Pengeluaran terbesar selama G20 ada di sektor akomodasi, makanan dan minuman (akmamin) sejumlah Rp15,87 triliun, kemudian pengeluaran untuk sektor konstruksi seperti pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya Rp2,67 triliun, selanjutnya pengeluaran di sektor perdagangan Rp2,64 triliun, dan transportasi Rp340 miliar.

Deputi Kepala BI Perwakilan Bali, GA Diah Utari, KTT G20 memberikan dampak 1,17 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Terdapat 14 lapangan usaha yang mendapatkan berkah dari pelaksanaan G20 di Bali dengan lapangan usaha akmamin yang mendapat dampak tertinggi, diikuti oleh lapangan usaha perdagangan, konstruksi, pertanian, jasa keuangan, real estate, industri pengolahan, transportasi, informasi dan komunikasi, jasa perusahaan, pertambangan, pengadaan listrik, pengolahan sampah, dan jasa lainnya.

G20 juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Bali, khususnya di lapangan usaha perdagangan dan akmamin.

“Penyerapan tenaga kerja selama G20 juga mencapai 19.951 orang, yang terbesar di lapangan usaha perdagangan mencapai 9.075 orang, kemudian akmamin 5.376 orang, pertanian 2.014 orang, kemudian diikuti oleh konstruksi dan lapangan usaha lainnya. Total 14 lapangan usaha menyerap tenaga kerja selama G20,” jelas Utari di Acara Pertemuan Akhir Tahun Bank Indonesia (PTBI) di Denpasar pada Rabu (30/11/2022).

BI juga mencatat selama G20 terdapat 44 main event dengan 12.700 peserta, 57 side event dengan 13.300 peserta. B20 juga mendatangkan lebih dari 2.000 orang peserta. Event G20 ini diamankan oleh 16.000 orang personel TNI, Polri dan pecalang. Event ini juga melibatkan 2.500 orang seniman nasional, internasional dan seniman dari Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 G20 Indonesia bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top