Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perajin Kipas Bali Ketiban Rezeki G20

Perajin bersyukur G20 diselenggarakan di Bali sehingga mendapat banyak pesanan kipas yang diterima, sejak side event G20 juga sudah menerima pesanan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 17 November 2022  |  13:01 WIB
Perajin Kipas Bali Ketiban Rezeki G20
Proses pembuatan kipas Srikandi. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua Bali menjadi angin segar bagi UMKM Kipas Angin Srikandi yang mendapat banyak orderan dari event yang mengumpulkan 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Pemilik Kipas Srikandi, Nyoman Benes, mengatakan banyak orderan yang dia terima sejak side event KTT digelar di Bali, bahkan dia juga menerima order dari side event G20 yang dilaksanakan di Labuan Bajo, NTT.

“Kami bersyukur G20 diselenggarakan di Bali sehingga kami mendapat banyak pesanan kipas yang kami terima, sejak side event G20 juga kami sudah menerima pesanan, ini memberi dampak besar bagi kebangkitan usaha kami yang sempat terguncang karena pandemi,” jelas Benes dalam keterangan resminya, Rabu (16/11/2022).

Untuk KTT G20, Kipas Srikandi menawarkan berbagai motif yang bisa dipilih oleh konsumen, motif yang ditawarkan antara lain brokat, lukis, lukis keemasan, kipas bunga, modifikasi kain endek dan brokat, atau polos. Semua kipas yang diproduksi merupakan hasil desain sendiri dengan bahan dasar stik kayu eboni. Tetapi bisa juga dibuat menggunakan kayu cendana jika konsumen menginginkan. Itulah sebabnya, Kipas Srikandi kini makin banyak diburu.

KTT G20 ini juga dijadikan momentum bagi Kipas Srikandi untuk ekspansi market baru, terutama untuk pasar ekspor. Kipas Srikandi sebelum pandemi rutin melakukan ekspor ke Amerika Serikat, Australia dan Spanyol.

Benes menuturkan selama pandemi dia berusaha bertahan dengan tetap melakukan produksinya walaupun pesanan menyusut drastis. Dengan produksi yang kecil saat pandemi, kipas Srikandi memilih tidak merumahkan karyawannya.

“Kebetulan saya selama Covid tidak stop produksi, tidak merumahkan karyawan, saya pikir cuma beberapa bulan ternyata dua tahun lebih, saya punya tanggung jawab moral kepada karyawan, kalau stop produksi kasihan mereka karena menggantungkan hidupnya di sini,” ujar Benes.

Bener juga mengungkapkan penjualan kipasnya mulai meningkat ketika bergabung dengan komunitas UMKM BNI yang berfokus pada pemasaran produk-produk UMKM dengan mengusung tema Futures SMEs Village. Dengan bergabung bersama BNI, Benes berharap bisa kembali melakukan ekspor dengan volume yang lebih tinggi.

“Kalau ada pendanaan dari BNI mungkin bisa meningkatkan ekspor. Dana dalam arti untuk ekspansi, memperluas area gudang, menambah mesin. Tapi sekarang yang lebih kita pentingkan support promosi yang lebih luas,” kata dia. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali g20 KTT G20 G20 Indonesia kerajinan umkm
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top