Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Second Home Visa Berlaku, Bali Bidik Digital Nomad

Bali akan membidik para digital nomad untuk tinggal dan bekerja dari Bali yang jumlahnya semakin bertambah secara global.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 15 November 2022  |  13:36 WIB
Second Home Visa Berlaku, Bali Bidik Digital Nomad
Ilustrasi visa. - Ist
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Second home visa atau visa rumah kedua yang direncanakan akan berlaku pada awal Desember 2022 akan membawa dampak positif terhadap pariwisata Bali yang sedang dalam masa pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Menurut Surat Edaran Nomor IMI-0740.GR.01.01 Tahun 2022 menyebutkan second home visa memberikan kesempatan bagi wisman atau orang asing untuk tinggal di Bali dalam jangka waktu 5-10 tahun dengan syarat yang telah ditentukan. Syarat bagi WNA untuk mendapatkan second home visa yakni memiliki paspor yang masih berlaku minimal 36 bulan. Kemudian memiliki proof of fund atau dana minimal Rp2 miliar. Selain itu, para pemegang second home visa diwajibkan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp3 juta setiap tahun.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menjelaskan berlakunya second home visa menjadi angin segar bagi wisata Bali. Wisman yang berkunjung ke Bali akan memiliki kesempatan tinggal lebih lama sehingga berdampak lebih luas terhadap hunian hotel maupun wisata Bali.

Suryawijaya menjelaskan Bali akan membidik para digital nomad untuk tinggal dan bekerja dari Bali yang jumlahnya semakin bertambah secara global. “Kami akan membidik investor atau digital nomad untuk bekerja dari Bali, ini potensinya besar untuk pariwisata Bali,” jelas Suryawijaya kepada media di Denpasar, Selasa (15/11/2022).

Bali akan membidik semua negara yang potensi untuk mendatangkan digital nomad dan wisman yang ingin tinggal lebih panjang di Bali. Walaupun membidik banyak orang asing untuk tinggal dalam waktu yang lama, Suryawijaya menegaskan akan selektif dengan membidik WNA dengan ekonomi menengah ke atas.

“Tentu kami akan selektif dengan tidak membidik pasar menengah ke bawah untuk second home visa melainkan yang kami bidik wisman atau WNA yang menengah ke atas,” ujar Suryawijaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata bali visa
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top