Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jembrana Ditargetkan Jadi Pusat Komoditas Kakao

Pemkab Jembrana juga menggandeng Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk melakukan pengembangan kakao.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  13:25 WIB
Jembrana Ditargetkan Jadi Pusat Komoditas Kakao
Ilustrasi biji kakao.

Bisnis.com, DENPASAR – Kabupaten Jembrana ditargetkan sebagai pusat komoditas kakao melalui pengembangan secara berkelanjutan dengan memperluas lahan pertanaman.

Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mengalokasikan 50.000 bibit pada 2022 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, Kementerian Pertanian juga akan mengalokasikan 300.000 bibit kakao untuk ditanam di Jembrana.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menjelaskan bibit yang disediakan oleh pemerintah merupakan varietas unggul sehingga menghasilkan kakao yang berkualitas.

Pemkab Jembrana juga menggandeng Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk melakukan pengembangan kakao dalam jangka panjang.

“Bibit itu akan disalurkan untuk mewujudkan kabupaten Jembrana sebagai daerah penghasil kakao di dunia . Maka kita bekerjasama dengan Puslitkoka, memperbanyak bibit untuk disalurkan ke Jembrana. Tentunya bibit yang kita ambil , bibit dengan varietas unggul, tahan juga dengan penyakit,” jelas Tamba melalui keterangan tertulis, Kamis (13/10/2022).

Kakao Jembrana yang sedang dikembangkan ditargetkan menjadi komoditas ekspor Bali, Tamba menjelaskan sudah ada buyer atau pembeli dari luar negeri yang melihat sampel kakao dan mengakui kualitas kakao Jembrana, Buyer menilai aroma kakao Jembrana dinilai unggul dibandingkan kakao daerah lain.

Permintaan dari pasar ekspor terus meningkat dan menjadi tantangan bagi Jembrana untuk memenuhi permintaan tersebut. Tamba mengakui jika pasokan kakao jembrana masih belum optimal untuk pasar ekspor. Kakao di Jembrana juga ditargetkan sebagai agrowisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga petani kakao mendapatkan nilai tambah dari wisatawan yang datang.

Data dari Balai Karantina Pertanian kelas I Denpasar mencatat, pada masa pandemi Covid-19 Jembrana berhasil mengekspor 5,3 ton kakao. Pada September 2022, Jembrana berhasil mengekspor 2 ton kakao ke Jepang. Negara lain yang menjadi tujuan ekspor kakao yakni Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Austria, Singapura, Maroko, Saudi Arabia hingga Korea Selatan. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao Jembrana
Editor : Miftahul Ulum

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top