Ekspor Produk Kayu Indonesia Capai US$13,5 Miliar

Selama tujuh tahun terakhir atau sejak 2015 ekspor produk kayu Indonesia menunjukkan tren peningkatan secara konsisten.
Pekerja menata potongan kayu Sengon atau Albasia di depo penampungan kayu./Antara-Anis Efizudin
Pekerja menata potongan kayu Sengon atau Albasia di depo penampungan kayu./Antara-Anis Efizudin

Bisnis.com, DENPASAR – Ekspor produk kayu Indonesia pada 2021 mencapai US$13,5 miliar dan merupakan nilai ekspor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Selama tujuh tahun terakhir atau sejak 2015 ekspor produk kayu Indonesia menunjukkan tren peningkatan secara konsisten. Pada 2015 ekspor produk olahan kayu Indonesia masih di angka US$8 miliar. Sedangkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup mencatat pada 2019, nilai ekspor industri hutan Indonesia mencapai US$11,6 miliar.

Ekspor paling besar ditujukan ke China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa. Indonesia banyak mengekspor produk seperti furnitur, kerajinan, bangunan prefabrikasi, wood chip, panel, paper, veneer, dan woodworking. Indonesia diketahui merupakan produsen kayu jabon dan sengon terbesar di dunia, yang banyak diminati oleh pasar global.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto menjelaskan meningkatnya ekspor produk olahan kayu Indonesia pada 2021 tidak lepas dari kemampuan Indonesia dalam merealisasikan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) secara kredibel sehingga mendapat kepercayaan pasar global.

“Produk olahan kayu yang diekspor memang sudah bersertifikat SVLK, saya melihat kepercayaan pasar cukup besar karena Indonesia memiliki sistem nasional yang kredibel dan dibangun dengan proses yang panjang, melibatkan banyak pihak,” jelas Purwadi di Nusa Dua, Senin (10/10/2022).

APHI optimistis ekspor produk olahan kayu Indonesia terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, dan meningkatnya semakin meningkatnya kepercayaan global terhadap penataan kawasan hutan di Indonesia.

Indonesia juga terus meningkatkan penataan kawasan hutan secara sistematis dengan melibatkan banyak pihak seperti pengusaha, masyarakat adat, dan komunitas pelestari hutan. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper