Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ganti Rugi PMK bagi 412 Peternak di Bali Cair

Setiap satu sapi yang dipotong mendapat ganti rugi Rp10 juta, penyaluran dilakukan dalam dua tahap.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 21 September 2022  |  13:36 WIB
Ganti Rugi PMK bagi 412 Peternak di Bali Cair
Vaksinasi sapi mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK). - Bisnis/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Peternak di Bali yang sapinya terkena pemotongan bersyarat karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menerima bantuan atau ganti rugi dari Kementerian Pertanian.

Setiap satu sapi yang dipotong mendapat ganti rugi Rp10 juta, penyaluran dilakukan dalam dua tahap yakni tahap satu disalurkan untuk 273 ekor sapi yang dimiliki oleh 86 peternak dari Badung dan Buleleng. Kemudian penyaluran tahap kedua untuk 139 ekor sapi yang dimiliki oleh 64 peternak dari Denpasar, Gianyar, Jembrana, Klungkung dan Tabanan.

Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra, menjelaskan bantuan dari Kementan disalurkan langsung kepada peternak yang terdampak, dan tidak boleh diwakilkan. Uang Rp10 juta tersebut diharapkan bisa mengganti kerugian peternak dan digunakan untuk usaha kembali seperti pemeliharaan sapi baru, menjaga kebersihan kendang sehingga sapi di Bali tetap bebas terhadap PMK.

“Dengan pemotongan sapi-sapi ini tidak berarti PMK sudah hilang, jadi tetap harus terus dijaga kebersihan sapi dan kandangnya, kami juga meminta kepada peternak untuk menggunakan bantuan dengan bijak, karena mendapatkannya tidak mudah, kami melobi sampai ke Kemenkomarvest di Jakarta,” jelas indra dalam keterangan resminya, Rabu (21/9/2022).

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian, Syamsul Maarif, menjelaskan agar peternak di Bali yang terkena wabah PMK tidak berhenti beternak, karena Bali merupakan salah satu penyuplai kebutuhan sapi nasional. “Jangan khawatir untuk beternak terus meskipun ada PMK, karena pemerintah akan selalu hadir di tengah peternak jika dibutuhkan,” ujar Syamsul.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, populasi Bali hingga 2021 sejumlah 594.379 ekor, meningkat jika dibandingkan populasi 2020 yang jumlahnya 550.350 ekor. Sapi Bali juga banyak dikirim ke luar daerah terutama ke kota besar seperti Jakarta, Surabaya. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pmk bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top