Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Targetkan Himpun Pendapatan Rp5,3 Triliun

BI mencatat pagu pendapatan pajak daerah Rp2,58 triliun, retribusi Rp20 miliar, hasil kekayaan daerah Rp130 miliar, dan lain-lain Rp270 miliar.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 10 September 2022  |  10:42 WIB
Bali Targetkan Himpun Pendapatan Rp5,3 Triliun
Wisatawan turun dari kapal cepat setiba di Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (9/9/2022). Dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada tarif tiket penyeberangan dari Pelabuhan Sanur, Denpasar menuju Nusa Penida, Klungkung yang mengalami kenaikan sejak Rabu (7/9) yaitu dari Rp75.000 menjadi Rp100.000 per orang untuk penumpang domestik dan untuk wisatawan mancanegara dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 per orang. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pendapatan dalam APBD 2022 Rp5,3 triliun pada 2022, target tersebut meningkat jika dibandingkan dari target sebelumnya yakni Rp5,04 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, Pemda akan mengoptimalkan potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah ada seperti pendapatan dari sektor pariwisata dan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang digenjot melalui program pemutihan.

Bank Indonesia mencatat pagu pendapatan dari pajak daerah Rp2,58 triliun, retribusi daerah Rp20 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp130 miliar, dan pendapatan dari lain-lain PAD yang sah Rp270 miliar.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, menjelaskan peningkatan pendapatan daerah melalui hasil pengelolaan kekayaan daerah dan lain–lain. Namun untuk mengejar hal tersebut butuh kesepakatan legislator melalui peraturan daerah (Perda).

“Bali masih berpeluang menambah PAD melalui hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, maka diharapkan Raperda tentang hal tersebut sangat penting untuk ditindaklanjuti,” jelas Cok Ace, Jumat (9/9/2022).

Cok Ace juga menjelaskan belanja daerah dalam APBD yang awalnya dianggarkan Rp6,1 triliun meningkat Rp 1,2 triliun, sehingga dalam perubahan APBD tahun anggaran 2022 menjadi Rp7,3 triliun rupiah. Sedangkan defisit anggaran APBD induk Rp1,05 triliun, meningkat Rp992,4 miliar sehingga dalam perubahan APBD tahun anggaran 2022 mencapai Rp2,05 triliun.

Penerimaan pembiayaan daerah dalam rancangan perubahan APBD 2022 juga perlu dilakukan penyesuaian dari Rp1,15 triliun meningkat Rp997,4 miliar menjadi Rp2,15 triliun. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pendapatan daerah
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top