Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Rumah Komersial di Bali Mulai Bergeliat

Saat ini tren penjualan mulai naik, masyarakat yang dulu menunda untuk membeli rumah sekarang mulai membeli.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  13:53 WIB
Penjualan Rumah Komersial di Bali Mulai Bergeliat
Seorang pengunjung mengamati miniatur rumah saat pameran real estate./Antara - R. Rekotomo.

Bisnis.com, DENPASAR – Penjualan rumah komersial maupun rumah subsidi di Provinsi Bali mulai tumbuh seiring dengan membaiknya ekonomi Bali karena dibukanya kembali sektor pariwisata yang menjadi andalan Bali.

Penjualan rumah komersial atau nonsubsidi sudah mulai bergeliat pada semester I/2022. Masyarakat atau konsumen yang sempat menunda pembelian rumah kini sudah mulai membeli rumah seiring dengan membaiknya ekonomi Bali.

Ketua DPD REI Provinsi Bali, I Gede Suardita, menjelaskan saat ini Bali menargetkan penjualan 15.000 rumah komersial dan subsidi, dari jumlah tersebut 30 persen dialokasikan untuk rumah subsidi.

“Saat ini tren penjualan mulai naik, masyarakat yang dulu menunda untuk membeli rumah sekarang mulai membeli. Naiknya penjualan ini tidak bisa lepas dari pulihnya sektor pariwisata, karena 80 persen ekonomi Bali bergantung di sektor tersebut,” jelas Suardita saat dihubungi Bisnis, Rabu (3/8/2022).

Pengembangan rumah komersial mayoritas berada di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar, tiga daerah tersebut merupakan pusat ekonomi dan pariwisata Bali. Masyarakat kelas menengah ke atas mayoritas membeli rumah di tiga daerah tersebut.

Di tengah naiknya penjualan, bisnis rumah komersil dibayangi oleh kekhawatiran resesi global yang berdampak ke kenaikan suku bunga perbankan. Menurut Suardita, jika perbankan menaikkan Bunga pinjaman maka akan berdampak ke naiknya harga rumah komersial atau nonsubsidi.

“Jika harga rumah komersil naik lagi, maka ini bisa menjadi kendala daya beli konsumen, karena Bali baru saja menghadapi pemulihan ekonomi dan daya beli belum normal sepenuhnya,” jelas Suardita.

Selain perumahan, penyewaan dan penjualan ruko di Bali juga mulai bergeliat setelah dibukanya pariwisata. Sebagian pelaku usaha saat Covid-19 yang sempat menutup usahanya kini kembali membuka usaha, dan muncul juga pelaku usaha baru. Kendati demikian, Suardita mengatakan harga sewa ruko belum bisa pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan bali
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top