Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aplikasi Kasir Online Posy Bidik UMKM di Bali

Aplikasi point of sales (POS) ini diklaim dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan transparansi pelaku UMKM. Salah satu fitur yang diklaim membantu pelaku usaha kecil adalah penyediaan data stok barang secara otomatis.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  16:45 WIB
Aplikasi Kasir Online Posy Bidik UMKM di Bali
CEO PVG Vlad Ayukaev (tengah) menjelaskan tentang aplikasi Posy dan Klikoo di Denpasar, Bali. Bisnis - Harian Noris

Bisnis.com, DENPASAR—Aplikasi kasir online Posy dan dompet digital Klikoo mulai merambah Bali untuk menjangkau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

Aplikasi besutan Pintar Venture Group (PVG) ini ditargetkan mampu menggaet sebanyak 500-1.000 pelaku usaha per bulannya dengan menawarkan berbagai kemudahan pagi penggunanya. CEO PVG Vlad Ayukaev menegaskan bahwa daerah tujuan wisata ini memiliki potensi besar karena terdapat banyak pelaku usaha skala UMKM yang cocok untuk dibidik.

“Dengan berbagai fitur yang ada, kami optimistis akan diterima oleh oleh pelaku UMKM di sini,” jelasnya di Sanur, Selasa (12/7/2022).

Aplikasi point of sales (POS) ini diklaim dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan transparansi pelaku UMKM. Salah satu fitur yang diklaim membantu pelaku usaha kecil adalah penyediaan data stok barang secara otomatis. Posy juga dilengkapi dengan laporan total volume penjualan per hari, per minggu hingga per bulan, mencetak dan mengirim tanda terima untuk pelanggan melalui whatsapp atau aplikasi lain, menganalisa keuntungan penjualan, produk terlaris, menerima pembayaran melalui QRIS. Posy menawarkan berbagai metode pilihan berlangganan bagi calon pengguna.

Sejak diluncurkan pada akhir 2021, Posy telah digunakan oleh 5.000 UMKM di Jakarta dengan mayoritas pengguna dari pelaku usah mikro. Angka tersebut akan diproyeksikan terus bertambah dengan ekspansi ke Bali. Vlad menuturkan dari data riset yang mereka lakukan, sebanyak 90 persen pelaku UMKM masih bertransaksi secara manual, 2 persen menggunakan manual kasir, 7 persen aplikasi POS dan 1 persen menggunakan aplikasi pembukuan.

Bahkan dari hasil penelitian tim kasir online Posy mendapati bahwa dari total 17.000 gerai yang mereka datangi , sebanyak 77,4 persen masih dijalankan oleh pemiliknya sendiri. Hanya 22,6 persen yang memiliki beberapa pegawai. Itu berarti bahwa mereka membutuhkan sistem yang dapat membantu mempermudah transaksi serta sistem pembayaran yang terkoneksi dengan stok barang.

“Di Bali kami juga masih melihat sangat banyak pelaku usaha mikro yang belum menggunakan sistem kasir online dan itu merupakan peluang besar buat Posy,” jelasnya.

Pertimbangan memilih Bali didorong juga oleh banyaknya pelaku usaha segmen kuliner yang bertebaran di daerah-daerah wisata serta kota Denpasar. Keberadaan pelaku usaha tersebut merupakan pasar besar bagi Posy. Untuk itu pihaknya selama di Bali akan fokus dengan daerah-daerah yang banyak terdapat pelaku usaha seperti restoran.

Untuk mempercepat penggunaan Posy di Pulau Dewata, PVG akan menggandeng komunitas pelaku usaha, termasuk juga akan aktif memperkenalkan Posy melalui media sosial. Pihaknya juga akan menggandeng komunitas UMKM yang akan di Bali untuk mempercepat akuisisi pelanggan.

Untuk melengkapi Posy tersebut, PVG juga menawarkan aplikasi Klikoo yang berfungsi memudahkan masyarakat melakukan transaksi digital dengan uang elektronik tanpa harus memiliki rekening bank. Klikoo juga menyediakan layanan untuk membayar berbagai keperluan seperti tagihan air, tagihan listrik, transportasi, transfer uang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

digital bali
Editor : Feri Kristianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top