Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Sektor Industri Pengolahan Bali Capai 92,9 Persen

Tujuan ekspor Bali terbesar ke Amerika Serikat dengan nilai perdagangan US$17,8 juta pada Mei 2022.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  18:04 WIB
Ekspor Sektor Industri Pengolahan Bali Capai 92,9 Persen
Perajin menyelesaikan pembuatan kain Endek yaitu kain khas Bali. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR – Produk industri pengolahan menjadi andalan ekspor Bali sepanjang Januari hingga Mei 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari Januari hingga Mei 2022, nilai ekspor produk olahan mencapai 92,9 persen atau US$231,8 juta dari seluruh ekspor provinsi Bali. Nilai tersebut jauh lebih tinggi daripada ekspor produk pertanian yang hanya 7 persen atau US$17,6 juta, dan ekspor pertambangan senilai 0,02 persen atau US$59.273.

Kepala BPS Bali menjelaskan, Hanif Yahya, menjelaskan dibandingkan periode Januari – Mei 2021 nilai ekspor sektor industri olahan naik 26,37 persen dengan nilai perdagangan US$183,4 juta.

“Ekspor industri olahan menunjukan tren positif hingga Mei 2022, dan masih menjadi sektor andalan Bali untuk ekspor jika dibandingkan dengan sektor lainnya,” jelas Hanif dari keterangan resmi, Jumat (1/7/2022).

Komoditas industri olahan yang diekspor dari Bali yakni komoditas perikanan seperti ikan, krustasea dan moluska, kemudian pakaian dan aksesoris pakaian rajutan dan bukan rajutan, kayu dan barang dari kayu, barang anyaman, barang dari kulit anyaman, hingga perabotan, lampu dan alat penerangan. Pada Mei 2022, nilai ekspor perikanan Bali US$11,6 juta, pakaian dan aksesoris bukan rajutan US$10,3 juta, sedangkan komoditas lainnya nilai ekspornya dibawah US$10 juta.

“Tujuan ekspor Bali terbesar ke Amerika Serikat dengan nilai perdagangan US$17,8 juta pada Mei 2022. Ekspor ke Amerika Serikat termasuk didominasi oleh produk industri olahan, kemudian Singapura US$6,3 juta, dan Australia US$4,8 juta,” ujar Hanif.

Sementara itu, neraca perdagangan Bali pada Mei 2022 tercatat surplus sejumlah US$41,4 juta. Jika dibandingkan dengan posisi April 2022 yang tercatat surplus US$57,2 juta, sumbangan surplus neraca perdagangan Provinsi Bali pada bulan Mei 2022 tercatat turun sebesar US$15,7 juta. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor bali
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top