Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulog Mulai Terima Pesanan Pangan untuk Keperluan MotoGP

Ketersediaan beras di gudang Bulog NTB dipastikan lebih dari cukup untuk tamu dan wisatawan saat MotoGP yang diprediksi mencapai 100.000 orang dan didominasi oleh tamu nusantara.
Stok beras di gudang Bulog Lampung./Antara/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Stok beras di gudang Bulog Lampung./Antara/Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bisnis.com, MATARAM – Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menerima pesanan pangan untuk kebutuhan MotoGP yang akan digelar pada 19-20 Maret 2022. 

Pimpinan Wilayah Bulog NTB Abdul Muis S Ali menjelaskan pesanan yang masuk dari hotel dan restauran yang menyiapkan stok bahan pangan untuk tamu atau penonton MotoGP.

"Sudah ada pesanan yang masuk, ada kemarin yang pesan beras 10 ton, kemudian ada 20 ton. Kami penuhi permintaannya," jelas Ali pada Selasa (11/1/2022). 

Ketersediaan beras di gudang Bulog NTB dipastikan lebih dari cukup untuk tamu dan wisatawan saat MotoGP yang diprediksi mencapai 100.000 orang dan didominasi oleh tamu nusantara. Ketersediaan beras di bulog saat ini mencapai 71.000 ton, jumlah tersebut diestimasikan cukup untuk 3 tahun kedepan. "Untuk MotoGP hingga idulfitri aman," ujar Ali 

Selain beras, Bulog juga menyiapkan 51.000 liter minyak goreng untuk memenuhi permintaan menjelang MotoGP. "Kami datangkan minyak goreng jelang MotoGP untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat, dan menjaga kesetabilan harga. Harga minyal goreng terus naik, kami datangkan dan jual dengan harga yang lebih murah," Ali. 

Bulog juga terus melakukan operasi pasar untuk menjaga kesetabilan harga menjelang penyelenggaraan MotoGP. Operasi pasar menyasar pasar di seluruh NTB hingga kios-kios. Operasi juga dilakukan dengan keliling menggunakan mobil yang membawa sembako. 

Ali menjelaskan saat ini NTB membutuhkan cold storage atau tempat penyimpanan pangan khusus untuk menyimpang hasil panen petani seperti bawang, cabai dan hasil panen lainnya.

"Dengan adanya cold storage bisa menghindari gejolak harga, ketika musim panen, harga jatuh, hasil panen tersebut bisa disimpan dan itu juga menghindari harga terlampau tinggi," kata Ali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper