Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Kamar Hotel di Lombok Melonjak Menjelang MotoGP

Pemesanan kamar ini banyak datang dari agen - agen wisata, perusahaan, klub-klub motor dan tamu-tamu yang memang menjadi pelanggan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Desember 2021  |  20:31 WIB
Kondisi desa pariwisata, Desa Ende, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (19/11/2021), yang siap menyambut ajang internasional WSBK 2021 dan MotoGP 2022 di Mandalika, Lombok, NTB. - Antara/KSP.
Kondisi desa pariwisata, Desa Ende, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (19/11/2021), yang siap menyambut ajang internasional WSBK 2021 dan MotoGP 2022 di Mandalika, Lombok, NTB. - Antara/KSP.

Bisnis.com, MATARAM - Pemesanan kamar hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat menjelang tiga bulan pelaksanaan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada Maret 2022 mendatang sudah penuh.

General Manager Lombok Astoria Hotel Saeno Kunto mengakui, pemesanan kamar di hotel yang dikelolanya sudah penuh untuk tamu-tamu yang akan menonton MotoGP pada Maret 2022 mendatang.

"Dari 164 kamar yang kita miliki 120 kamar sudah full booking," ujarnya di Mataram, Jumat (17/12/2021).

Ia mengatakan, rata-rata mereka yang memesan kamar hotelnya adalah tamu-tamu atau pelanggan yang menginap pada saat World Superbike (WSBK) pada Nopember lalu.

"Pemesanan ini sudah dari November. Mereka memesan lebih dulu ini sebab khawatir tidak dapat kamar karena pada saat WSBK lalu itu susah cari kamar hotel kata mereka kepada kami," terangnya.

Untuk harga yang ditawarkan, dari harga terendah Rp2 juga hingga yang tertinggi mencapai Rp2,899 juta untuk deluxe room.

"Ada juga harga kamar Rp2,250 juta, Rp2,350 juta dan Rp2,5 juta. Ini pun sudah semua dipesan. Kalaupun ada permintaan karena pelanggan loyal customer kami," jelasnya.

Kunto tidak menampik, tingginya permintaan kamar, membuat harga kamar hotel di wilayah itu menjadi melonjak drastis. Namun demikian, menurutnya kenaikan tersebut masih dalam batas-batas kewajaran.

"Bukan hanya kita memanfaatkan momen ini tetapi kita harus berpikir secara bisnis. Di kala permintaan tinggi maka kita juga harus main harga. Tapi kita tidak hanya bermain harga tapi kita juga menjaga kualitas, produk dan layanan. Sehingga apa yang dibeli customer itu tidak buat rugi," katanya.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Yono Sulistyo juga mengakui, pemesanan kamar hotel untuk MotoGP di wilayah Kota Mataram sudah penuh. Bahkan, hal ini tidak terjadi di Kota Mataram, melainkan di Lombok Barat hingga kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah sudah penuh.

"Untuk pemesanan kamar di Kota Mataram sudah 90 persen penuh, itu juga terjadi di luar Kota Mataram, seperti Mandalika dan Senggigi Lombok Barat," ujarnya.

General Manager Fave Hotel Mataram ini, mengatakan pemesanan kamar ini banyak datang dari agen - agen wisata, perusahaan, klub-klub motor dan tamu-tamu yang memang menjadi pelanggan setia dari hotel tersebut.

"Di kita Fave Hotel itu sudah 90 persen pemesanannya dan 10 persen lagi kita sengaja simpan buat jaga-jaga, karena tidak mungkin kita jual langsung 100 persen apalagi sifatnya masih booking, tetapi kita juga memberi batasan final sampai Januari, kalau tidak ya terpaksa kita jual ke yang lain," terang Yono.

Terkait harga, Yono menyatakan kisaran perkamarnya masih bawah kisaran Rp1 juta. Meski demikian, pihaknya tidak membantah akibat tingginya permintaan menyebabkan harga kamar menjadi ikut naik. Namun, pihaknya melihat kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar.

"Ini sudah harga terbaik yang kita kasih, karena kita beri harga segitu tetap bisa dibayar. Apalagi ini kan momen tidak juga setiap hari. Jadi ini sudah hukum pasarnya seperti itu," katanya.

"Jangankan di Lombok, di Sepang Malaysia juga begitu. Harga hotel yang tadinya Rp300.000 pas MotoGP juga naik sampai Rp900 ribu," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka membenarkan pemesanan kamar hotel untuk wilayah Lombok sudah mulai penuh meski MotoGP masih tiga bulan lagi digelar.

"Kita senang dengarnya, bukan hanya hotel tetapi homestay yang ada di Mandalika juga sudah kehabisan pemesanan," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya menyayangkan sistim bloking pemesanan kamar hotel yang terjadi saat ini merugikan biro perjalanan wisata. Karena, diakuinya anggotanya menjadi kelabakan memenuhi permintaan kamar, sementara kamar hotel sudah habis terjual.

"Ini juga yang kita tidak habis pikir, tiket MotoGP belum dirilis tapi kamar sudah tidak ada. Tapi inilah bisnis kita juga enggak bisa salahkan," tutur Umbu.

Kendati begitu, pihaknya berharap tidak hanya hotel yang juga menikmati untung. Melainkan pusat oleh-oleh, UMKM, restoran, dan pramuwisata juga mendapatkan manfaat dari perhelatan MotoGP tersebut.

"Harapan kita itu, tamu-tamu itu tidak hanya datang nonton tetapi bagaimana mereka juga bisa belanja," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MotoGP perhotelan lombok ntb mataram KEK Mandalika

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top