Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jerman Buka Peluang Merekrut Perawat Asal NTB

Adanya peluang kerja ke Jerman bisa menjadi solusi untuk perawat yang belum terserap di NTB.
Ilustrasi perawat mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri)./Antara
Ilustrasi perawat mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri)./Antara

Bisnis.com, MATARAM - Jerman melalui Bundesegantur Fur Arbeit (BA) membuka peluang bagi perawat asal Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bekerja di rumah sakit di Jerman.

Dibukanya peluang bagi perawat NTB karena kebutuhan sumber daya perawat di rumah sakit Jerman, selain itu perawat yang dibutuhkan untuk orang lanjut usia (lansia). Perekrutan ini berawal dari kerjasama Goverment to Goverment (gtg) antara Indonesia dan Jerman.

Saat ini terdapat 10 orang perawat asal NTB yang sedang menjalani seleksi untuk bekerja di Jerman. Kepala BP2MI Wilayah NTB Abri Danar Prabawa menjelaskan diminatinya perawat NTB merupakan kesempatan bagus bagi perawat untuk meniti karir di Jerman.

"Ini merupakan peluang baru bagi pekerja migran asal NTB yang berprofesi sebagai perawat. Jerman membuka peluang melalui program G to G, saat ini kami sudah fasilitasi 10 orang perawat hingga tahap interview, jika prosesnya lancar maka mereka berkesempatan bekerja di rumah sakit Jerman," jelas Prabawa, Sabtu (4/12/2021).

Adanya peluang kerja ke Jerman bisa menjadi solusi untuk perawat yang belum terserap di NTB. Data dari BP2MI, sejumlah 800 perawat di NTB belum terserap di dunia kerja.

"Ratusan perawat yang tersebar di sekolah kesehatan yang ada di NTB belum terserap di dunia kerja, oleh sebab itu peluang ini harus dioptimalkan," kata dia.

Selain di Jerman, perawat NTB juga mulai terserap di kawasan Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar. Perawat menjadi salah satu tenaga terampil atau profesional yang dikirim Indonesia ke luar negeri.

Data dari Disnakertrans NTB mencatat jumlah PMI asal NTB yang bekerja di luar negeri mencapai 230.000 orang dengan berbagai profesi mulai dari IRT, pekerja sawit, hingga pekerja di industri. (K48)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper