Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengubah Pandemi Menjadi Rejeki Melalui Aplikasi

Digitalisasi telah menjadi juru selamat bagi pekerja sektor pariwisata di Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Saat pariwisata belum pulih dan masih tertatih-tatih, pelaku pariwisata mulai dapat menggantungkan harapan dengan usaha yang dipasarkan secara digital.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Oktober 2021  |  14:41 WIB
Salah satu bentuk layanan Gofood di salah satu pelaku UMKM. Bisnis - istimewa
Salah satu bentuk layanan Gofood di salah satu pelaku UMKM. Bisnis - istimewa

Bisnis.com, Denpasar—Digitalisasi telah menjadi juru selamat bagi pekerja sektor pariwisata di Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Saat pariwisata belum pulih dan masih tertatih-tatih, pelaku pariwisata mulai dapat menggantungkan harapan dengan usaha yang dipasarkan secara digital.

Sarah Padmajaya owner Raia Bali menceritakan usaha penjualan oleh-oleh berupa kue brownies, cookies dan dessert jars menggunakan pemasaran daring tetap kencang meskipun Pulau Dewata dihajar pandemi Covid-19. Hal itu terjadi karena dia menggunakan medium pemasaran daring seperti Gofood, dan sosial media lainnya. Pembelinya juga datang dari berbagai wilayah, tidak hanya di Bali saja.

“Ada peningkatan meskipun saat pandemi. Puji Tuhan sekali,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (29/10/2021).

Sarah bersyukur meskipun ada pandemi, tetapi jalur pemasaran daring sudah ada. Dia pun tidak menyangka usaha yang awalnya iseng tersebut kini semakin membesar seiring mulai dikenalnya produk yang dihasilkan. Karyawannya pun kini sudah menjadi 5 orang. Padahal, awalnya Sarah merupakan marketing communication di salah satu hotel bintang lima terkenal di daerah Ubud.

Pekerjaan di industri hospitality yang sudah digeluti selama 7 tahun itu pun dia tinggalkan beberapa bulan sebelum pandemi merebak di Pulau Dewata. Meskipun sempat khawatir di awal-awal pandemi, keberadaan aplikasi pemesanan daring hingga media sosial terbukti membalikkan kekhawatiran tersebut. Menurutnya, berkat digitalisasi, pandemi dipandang sebagai peluang besar.

Adanya aplikasi seperti Gojek serta media sosial ikut mendongkrak penjualan produknya. Dia mengaku banyak pembelinya memesan menggunakan aplikasi maupun media sosial. Sarah mengatakan sempat bergabung dengan Gojek pada 2020 dan tetapi karena alamat pindah akhirnya baru kembali pada 2021. Dia menegaskan meski ada aplikasi dan kemudahan, kunci utama adalah konsistensi dan focus serta inovatif.

“Biasanya yang ingin cepat pesan itu lewat aplikasi seperti Gojek karena mereka tidak mau lama,” tuturnya.

Pengalaman diuntungkan digitalisasi juga dialami oleh Riena Ramlan pemilik Martabak Terang Bulan 21 di daerah Denpasar. Wanita yang dulu berprofesi sebagai konsultan sales e-commerce perhotelan ini sempat kebingungan ketika pandemi merebak di Bali awal 2020. Kegundahan itu kemudian mendapatkan solusinya ketika dia memutuskan memulai usaha kuliner menggunakan aplikasi Gojek.

Saat ini, penjualan terbesarnya dari jalur daring sebesar 70 persen sedangkan sisanya dari luring. Bahkan, rencananya akan menambah lagi satu gerobak untuk meningkatkan penjualan. Diakuinya keberadaan aplikasi seperti Gofood memudahkan pihaknya dalam berusaha dan membantu perekonomian keluarga yang selama ini mengandalkan pariwisata.

“Tidak pernah terbayangkan akan berbisnis. Beruntung ketika pandemi sudah ada aplikasi, kami bisa buka usaha kuliner juga,” tuturnya.

Pelaku usaha seperti Riena hanya salah satu dari banyak pekerja hotel dan restoran di Bali yang kini tidak lagi menggantungkan dengan pariwisata. Digitalisasi kini telah menjadi penyelamat bagi masyarakat Bali. Keberadaan aplikasi pengantaran hingga loka pasar virtual sangat membantu perekonomian saat ada pandemi, karena susahnya mendapatkan pekerjaan di sektor pariwisata.

Bali selama ini sangat bergantung dengan industri pariwisata. Kontribusi sektor tersier ini diyakini lebih dari 60 persen dari total produk domestic regional bruto (PDRB) Pulau Dewata. Ketika pandemi merebak, industri pariwisata juga tersengat. Ini terjadi karena Bandara International I Gusti Ngurah Rai yang biasanya menjadi pintu masuk 90 persen wisatawan mancanegara dan domestik ke daerah ini tidak dapat lagi bebas mulai awal 2020. Saat kondisi normal, bandara ini dilintasi sekitar 15.000-20.000 orang wisatawan asing.

Situasi tersebut membuat industri pariwisata terpukul. Pekerja pariwisata pun terseret dampaknya. Data dari Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali, pada Januari 2021, sebanyak 77.871 orang tenaga kerja dari 1.249 perusahaan dirumahkan. Angka ini meningkat jika dibandingkan pada Oktober 2020 yang tercatat sebanyak 77.307 orang. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 3.085 pekerja dari 148 perusahaan.

BPS Bali mencatat, jumlah pengangguran per 2020 melonjak hingga 5,63 persen. Adapun pada 2019, tingkat pengangguran terbuka di destinasi berpenduduk 4,4 juta jiwa ini hanya 1,53 persen atau sekitar 37.500 orang. Situasi inilah yang mendorong mantan pekerja sektor pariwisata memutar otak dan akhirnya bergabung dengan aplikasi. Kemudahan serta efektifitas dan tidak membutuhkan modal tinggi menjadi alasan mereka. Tidak heran dari pelaku usaha baru seperti Riena memutuskan ikut berjibaku memutar perekonomian keluarga melalui aplikasi tersebut.

Co Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi mengakui pada 2020, jumlah mitra baru yang bergabung di aplikasi Gofood bertambah hingga 250.000. Dari jumlah tersebut 43 persen diantaranya merupakan wirausaha baru yang terjun dalam usaha bisnis khususnya kuliner. Bahkan, setelah mereka bergabung ternyata omsetnya meningkat hingga 7 kali lipat selama pandemi.

 “Kita percaya bisnis penjualan online potensial bahkan dalam kondisi ekonomi sulit. Kehadiran GoFood tidak hanya mempermudah pengusaha pemula go-online tetapi juga mendukung pertumbuhan usahanya. Data internal perusahaan menunjukkan pendapatan rata-rata bulanan mitra usaha yang baru bergabung ke GoFood pada kuartal dua tahun 2020 tercatat meningkat hingga 7x lipat,” tuturnya dikutip dari temu media secara virtual. 

Tidak disebutkan penyebab peningkatan tersebut. Hanya ditegaskan untuk membantu pelaku usaha. Gojek mengeluarkan salah satu inovasi yang digemari masyarakat adalah fitur Gofood plus dan order Sekaligus yang terbukti membuat pelanggan semakin setia. Selain karena fitur tersebut, faktor yang ikut membantu pelaku usaha khususnya di Bali adalah adanya perubahan preferensi konsumen. Masyarakat lebih memilih menggunakan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk dalam hal berusaha. Pandemi telah mendorong pemanfaatan platform online oleh pelaku usaha, hal ini tercermin dari peningkatan jumlah penjual yang berlokasi di Bali pada platform online.

Perubahan ini mendorong peningkatan penggunaan transportasi sebagai jasa angkutan barang (termasuk pengantaran makanan) dibandingkan dengan jasa angkutan orang. Berdasarkan hasil Quick Survey di BI Bali, perubahan preferensi itu berimplikasi terhadap meningkatnya pembayaran nontunai di masa pandemi karena dianggap lebih aman. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho berujar digitalisasi yang dilakukan UMKM menjadi salah satu kunci pemulihan perekonomian daerah. Saat pariwisata mati suri, perekonomian daerah ini tercatat minus hingga 9 persen pada 2020 silam. Oleh karena itu, digitalisasi akan meminimalisir risiko penyebaran virus, dan meningkatkan efisiensi serta memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

Dampak positif lebih besarnya lagi adalah bergeraknya perekonomian yang didorong oleh pelaku UMKM yang beradaptasi. Hal inilah yang diyakini akan dapat membantu perekonomian Bali menuju pemulihan. Sektor UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Bali. Dengan total sekitar 326.000 pelaku UMKM, digitalisasi diyakini akan sangat membantu.

“Teknologi digital mampu memperkuat resiliensi pelaku usaha di tengah pandemi,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali digitalisasi Gojek GoFood
Editor : Feri Kristianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top