Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NTB Ekspor Ketak Senilai Rp1,8 Miliar ke Arab Saudi

NTB mampu memenuhi permintaan dengan jaminan kuantitas dan kualitas barang.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 10 September 2021  |  17:20 WIB
Kerajinan ketak asal NTB. - Antara
Kerajinan ketak asal NTB. - Antara

Bisnis.com, MATARAM - Nusa Tenggara Barat berhasil mengkespor kerajinan ketak ke Arab Saudi senilai Rp1,8 miliar yang dimulai pada Juni 2021.

Ekspor yang difasilitasi NTB Mall tersebut menyerap 36.000 ketak yang dibuat oleh pengerajin atau UMKM NTB. Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman menjelaskan pengiriman ketak ke Arab Saudi sudah mulai dilakukan dan sudah berjalan 50 persen dari target yang harus dipenuhi.

"Sejak penandatanganan kontrak dengan buyer, UMKM sudah memulai proses pengiriman, saat ini sudah 50 persen dan dalam satu bulan kedepan kami targetkan permintaan buyer terpenuhi," jelas Fathurrahman pada Jumat (10/9/2021).

Kontrak tersebut berhasil didapatkan setelah meyakinkan pembeli, NTB mampu memenuhi permintaan dengan jaminan kuantitas dan kualitas barang. Fathurrahman menjelaskan pengerajin ketak butuh dukungan modal untuk meningkatkan kapasitas produksinya sehingga target lebih cepat tercapai.

"Kami ingin kontrak dengan buyer tidak hanya sekali dilakukan, oleh sebab itu pengerajin dan UMKM kita butuh modal untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas ketak sehingga tidak mengecewakan buyer," ujar Fathurrahman.

Kerajinan ketak merupakan produk anyaman dari pohon ketak yang bisa dijadikan sebagai tas, wadah tisu maupun wadah lainnya. Ketak biasanya dijadikan oleh-oleh khas dari NTB dan terdapat di sentral art shop. Timur Tengah sudah meminati ketak karena bentuknya yang khas karena terbuat dari bahan baku ketak.

Sentral kerajinan ketak terdapat di beberap kabupaten seperti Karang Bayan kabupaten Lombok Barat, Loyok kabupaten Lombok Timur, dan Lombok Tengah. (K48)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm ntb Industri Mebel dan Kerajinan
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top