Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemudik Mulai Meninggalkan Pulau Bali Menuju Jawa

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, memang ada kenaikan hingga 50 persen. Kenaikan tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua dan kendaraan penumpang.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  12:19 WIB
Polisi memeriksa warga dari Pulau Bali yang masuk ke Pulau Jawa di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (2/5/2021). Pemeriksaan itu dilakukan sebagai pengetatan pergerakan warga jelang masa larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Budi Candra Setya.
Polisi memeriksa warga dari Pulau Bali yang masuk ke Pulau Jawa di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (2/5/2021). Pemeriksaan itu dilakukan sebagai pengetatan pergerakan warga jelang masa larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Budi Candra Setya.

Bisnis.com, DENPASAR — Lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk - Ketapang belum mengalami peningkatan signifikan pada tiga hari jelang pelarangan mudik dibandingkan kondisi normal.  

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Suharto mengatakan jika dibandingkan dengan kondisi normal, lalu lintas penyeberangan di Gilimanuk-Ketapang belum mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya antrean penumpang maupun kendaraan yang akan melakukan penyeberangan.

Hanya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, memang ada kenaikan hingga 50 persen. Kenaikan tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua dan kendaraan penumpang. Namun, perlu dicatat, peningkatan yang signifikan terlihat pada tahun ini karena pada 2020 merupakan periode awal terjadinya pandemi Covid-19.

Menurutnya, peningkatan signifikan yang terjadi selama periode jelang Lebaran tahun ini dengan tahun sebelumnya tidak dapat menjadi acuan kenaikan volume lalu lintas penyebrangan. Pasalnya, sejak 1 Mei 2021 hingga saat ini, sama sekali tidak terjadi antrean kendaraan maupun penumpang. Bahkan, tingkat keterisian kapal juga tidak mencapai 100 persen.

"Kalau kita bandingkan kondisi normal dari awal tahun ini, tidak ada signifikan perubahan, tidak terlalu naik, tidak juga turun. Bisa dilihat di lapangan tidak ada antrean, ketika naik kapal tidak ada satupun kapal yang penuh," katanya kepada Bisnis, Senin (3/5/2021).

Suharto meyakini, pada tahun ini, tidak akan ada peningkatan arus mudik yang signikan dari Bali menuju Jawa. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun lalu, banyak warga nonpulau Bali yang meninggalkan provinsi tersebut dan kembali ke kampung halaman.

Artinya, saat ini, hanya sedikit warga luar Bali yang tinggal di Pulau Dewata. Pada saat libur Lebaran pun, tidak akan terjadi peningkatan arus mudik.

"Tahun ini tidak terlalu terjadi antrean panjang, tetapi tidak tahu, apakah tanggal 4 atau 5 [Mei 2021] akan ada kenaikan, seberapa tinggi juga belum bisa kita prediksi, nanti malam mulai ada kenaikan atau tidak," katanya.

Adapun saat ini ada sebanyak 32 kapal fery yang beroperasi di penyebrangan Ketapang-Gilimanuk. Masing-masing kapal dapat melakukan trip sebanyak delapan kali dalam sehari.

Selain tidak ada perubahan signifikan pada arus mudik Bali ke Jawa, tren arus liburan jelang Lebaran juga terhitung normal. Bahkan, jumlah penumpang dari Jawa yang meneybrang ke Bali malalui pelabuhan Ketapang-Gilimanuk juga dinilai mengalami penurunan hingga 15 persen.

"Mungkin sosialiasi pemerintah berhasil bisa menyadarkan pemudik yang dulunya nekat sekarang lebih paham," sebutnya.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), trafik penumpang dan kendaraan Jawa-Bali pada Sabtu (1/5/2021) pukul 08.00 hingga Minggu (2/5) pukul 08.00 atau H-12 mencatat, jumlah total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali berjumlah 9.137 orang atau naik 314 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sebanyak 2.206 orang.

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 229 unit atau naik 324 persen bila dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 54 unit. Lalu kendaraan pribadi (R4) sebanyak 993 unit atau naik 109 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 474 unit kendaraan.

Total seluruh kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali tercatat sebanyak 2.473 unit atau naik 30 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.901 unit.

Sebaliknya, data Posko Gilimanuk 24 jam pada Sabtu (1/5/2021) pukul 08.00 hingga Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 atau H-12 mencatat, jumlah total penumpang yang menyeberang dari Gilimanuk menuju Ketapang berjumlah 16.762 orang atau naik 375 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sebanyak 3.526 orang.

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 2.985 unit atau naik 845 persen dibandingkan dengan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 316 unit. Selanjutnya, kendaraan pribadi (R4) sebanyak 1.682 unit atau 228 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 513 unit kendaraan.

Total seluruh kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat sebanyak 5.856 unit atau naik 171 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 2.162 unit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali jatim banyuwangi penyeberangan ketapang Mudik Lebaran pelabuhan gilimanuk
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top