Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov NTT akan Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja

Status tanggap darurat di NTT akibat bencana Siklon Seroja terhitung mulai 6 April sampai 5 Mei 2021 atas bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 April 2021  |  17:25 WIB
Sejumlah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4/2021). - Antara
Sejumlah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana memperpanjang masa status tanggap darurat bencana Siklon Seroja.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Sintus Karolus menjelaskan hal itu dilakukan lantaran masih terdapat sejumlah daerah yang masih dalam status darurat. Sintus mengatakan penetapan masa tanggap darurat yang berbeda irama antarkabupaten, kota dan provinsi menjadi salah satu permasalahan terkini.

"Sementara Pemerintah Provinsi akan mengeluarkan juga perpanjangan status tanggap darurat. Ini menjadi pembelajaran situasi dan kondisi di lapangan, karena ada beberapa kabupaten yang masih berlanjut," ujarNYA dalam diskusi daring Bencana Hidrometeorologi NTT akibat Siklon Seroja yang dipantau dari Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Meski masa status tanggap darurat diperpanjang, Sintus menjelaskan ada sejumlah Kabupaten di NTT yang telah masuk masa transisi menuju pemulihan.

Status tanggap darurat di NTT akibat bencana Siklon Seroja terhitung mulai 6 April sampai 5 Mei 2021 atas bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang di daerah itu. Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan No. 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021.

Selain itu, dampak Siklon Seroja yang terjadi pada 3-4 April 2021 lalu begitu kompleks, sehingga menimbulkan angin siklon, angin kencang, banjir, air hujan deras dan lama, longsor, bahkan sebabkan gelombang pasang.

Fenomena alam tersebut menyebabkan lumpuhnya infrastruktur komunikasi serta sarana transportasi di 21 Kabupaten dan menyebabkan sejumlah wilayah terisolir, yang membuat relawan terhambat melakukan respon cepat.

"Permasalahannya, jangkauan akses komunikasi dan sarana transportasi lumpuh ke daerah yang terisolir, menyebabkan respon cepat menjadi terhambat," kata dia.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi NTT bersama BPBD juga berupaya mencegah terjadinya kluster Covid-19 antar pengungsi, yaitu meminta mereka tinggal sementara waktu di rumah familinya dengan uang bantuan pemerintah.

Selanjutnya, membentuk kegiatan untuk aparatur sipil negara (ASN) kerja bakti dalam proses pembersihan lokasi, dan di tingkat kelembagaan BPBD juga mempersiapkan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Pemulihan sarana pra sarana vital terus berjalan. Dilaporkan progres pemulihan listrik kini 97,5 persen, meski terdapat 99 gardu yang padam dan wilayah Kabupaten Sabu Raijua masih banyak infrastruktur yang harus diperbaiki.

Sementara progres komunikasi TELKOM, jaringan backbone telah mencapai 100 persen. Namun, jaringan yang masih terganggu umumnya di Kota Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua. Selain itu, 738 base transceiver station (BTS) telah pulih dan jangkauan Telkomsel juga 100 persen pulih.

Bencana tersebut juga menimbulkan korban jiwa dan berdampak signifikan terhadap jumlah pengungsi. Sintus menjelaskan hingga kini terdapat 182 jiwa meninggal dunia, 47 jiwa dinyatakan hilang.

Sementara itu ada, 184 jiwa luka-luka, 84.876 jiwa harus mengungsi akibat bencana di NTT. Terdapat 63 titik penampungan di 10 kabupaten/kota, serta menyebabkan kerusakan fasilitas umum sebanyak 3.494 unit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt nusa tenggara timur siklon Seroja

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top