Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Tabanan Genjot Pertanian, Akan Larang Alih Fungsi Lahan

Perlu diketahui, ditinjau dari kontribusi lapangan usaha, Produksi Domestik Regional Bruto Kabupaten Tabanan didominasi oleh sektor pertanian sebesar 23,03 persen dan pariwisata sebesar 17,16 persen.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 April 2021  |  12:40 WIB
Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali menjad tempat wisata yang dikunjungi mantan Presiden AS Barack Obama dan keluarganya saat berlibur ke Bali.  - Istimewa
Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali menjad tempat wisata yang dikunjungi mantan Presiden AS Barack Obama dan keluarganya saat berlibur ke Bali. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR — Tabanan menyiapkan tiga langkah strategis untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian.

Perlu diketahui, ditinjau dari kontribusi lapangan usaha, Produksi Domestik Regional Bruto Kabupaten Tabanan didominasi oleh sektor pertanian sebesar 23,03 persen dan pariwisata sebesar 17,16 persen. Kedua sektor tersebut mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu, masing-masing sebesar minus 1,20 persen dan minus 24,84 persen.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya megatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah diversifikasi tanaman pangan. Sebagai lumbung pangan penghasil beras terbesar di Bali, Tabanan akan mulai mengembangkan komoditas-komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi.

Langkah kedua, Tabanan akan membuat program bangga menjadi petani. Tenaga kerja yang terkena imbas penurunan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata akan diarahkan untuk menjadi petani dan ikut mengolah lahan sawah yang masih potensial.

"Ketiga, larangan alih fungsi lahan pertanian untuk menjamin keberlanjutan hasil produksi pertanian Kabupaten Tabanan," katanya seperti dikutip dalam rilis, Jumat (23/4/2021).

Di sisi lain, Gede Sanjaya juga meminta seluruh pimpinan OPD untuk fokus pada kebijakan pengendalian harga dengan menerapkan strategi 7K, yakni KEKAR (Ketersediaan Komoditi Pasar), KATA HATI (Kestabilan Harga Komoditi), KECAPRI (Kelancaran Distribusi), KOMET (Komunikasi Efektif), KLASTER (Kolaborasi Sinergitas dan Terintegrasi), KUDATULI (Keakuratan Data Hulu dan Hilir), dan KITAB (Keunggulan Inovasi Tabanan Era Baru).

Merespon arahan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyepakati arahan program pengembangan ekonomi Kabupaten Tabanan ke depan. Sebelum pandemi Covid berlangsung, perekonomian Kabupaten Tabanan konsisten tumbuh di atas 5 persen setiap tahun. Namun pada tahun 2020, Kabupaten Tabanan mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar minus 6,14 persen secara tahunan.

"Mempertimbangkan struktur perekonomian Kabupaten Tabanan tersebut, Bank Indonesia merekomendasikan agar sektor pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru," sebutnya.

Tiga strategi tersebut yakni, pertama melalui petani milenial Bali untuk mengakselerasi modernisasi di sektor pertanian. Kedua, digitalisasi pertanian di sektor hulu dan hilir untuk meningkatkan produktivitas dan hasil penjualan. Ketiga, hilirisasi komoditas pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk dan penyerapan tenaga kerja.

"Untuk mendukung ketiga strategi tersebut agar berjalan efektif, dibutuhkan dukungan regulasi, anggaran, kemudahan berinvestasi, pembiayaan perbankan, serta penguatan kelembagaan dan pemasaran," sebutnya.

Berdasarkan data neraca pangan, Kabupaten Tabanan mengalami defisit (Permintaan lebih tinggi dari produksi) pada tiga komoditas, yakni bawang merah, bawang putih dan cabai besar. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, Bank Indonesia mendorong terbentuknya BUMD pangan untuk meningkatkan serapan hasil produksi pertanian.

"Serta kerja sama antar daerah dengan daerah lain, baik intra provinsi maupun antar provinsi yang mengalami surplus pada ketiga komoditas tersebut," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pertanian
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top