Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sedikit Terlambat, Mataram Segera Terapkan PPKM Mikro

Sesuai dengan kebijakan pemerintah Provinsi NTB, katanya, PPKM skala mikro dilaksanakan mulai 23 Maret sampai 4 April 2021. Mataram, memang sedikit terlambat karena harus menyiapakan sarana dan prasarana pendukung.
Deretan perahu nelayan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang diparkir di bibir pantai karena nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi pada Kamis (20/2/2020)./Antara-Nirkomala
Deretan perahu nelayan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang diparkir di bibir pantai karena nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi pada Kamis (20/2/2020)./Antara-Nirkomala

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, secara masif di 50 kelurahan, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covidd-19.

"Untuk menerapkan PPKM skala mikro, kita tinggal menunggu instruksi Wali Kota Mataram keluar, sebagai tindaklanjut dari instruksi Gubernur Nusa Tenggara Barat," kata Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Kamis (25/3/2021).

Artinya, kata dia, apabila instruksi wali kota keluar hari ini, maka PPKM skala mikro dapat diterapkan langsung hari ini. "Tapi kalau, instruksinya turun besok, PPKM skala mikro dimulai besok juga," katanya.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah Provinsi NTB, katanya, PPKM skala mikro dilaksanakan mulai 23 Maret sampai 4 April 2021. Mataram, memang sedikit terlambat karena harus menyiapakan sarana dan prasarana pendukung.

"Harapannya, setelah PPKM skala mikro berakhir pada 4 April 2021, tidak ada lagi perpanjangan manakala ada hasil terhadap penerapan PPKM skala mikro," katanya.

PPKM skala mikro dinilai berhasil, menurutnya, apabila terjadi penurunan signifikan terhadap angka paparan Covid-19, dan angka kematian dapat ditekan agar berada di bawah rata-rata nasional.

"Angka kematian akibat Covid-19 di Mataram saat ini berada pada 5,2 persen atau di atas rata-rata nasional sekitar 4 persen," katanya.

Lebih jauh Martawang mengatakan, dalam penerapan PPKM skala mikro, masyarakat diajak meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, melalui gerakan 5M.

Gerakan 5M yang dimaksudkan adalah, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari keurumunan.

"Kita menjadi salah satu daerah yang diminta menerapkan PPKM skala mikro karena kondisi perkembangan COVID-19 di daerah kita mengkhawatirkan. Tingkat paparan dan angka kematian tinggi, 'masa' kita tidak perduli dengan itu," katanya.

Terkait dengan itu, pelaksanaan PPKM skala mikro menjadi bagian saling menjaga dan merupakan cara terbaik untuk semua, serta kesadaran bersama adalah hal paling utama dalam rangka pencegahan Covid-19.

"Semakin cepat kita keluar dari pandemi, maka semakin cepat kita hidup normal. Karena itu, ayo kita bangun kesadaran bersama agar bisa keluar lebih cepat dari pandemi Covid-19," ujarnya. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper