Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkab Karangasem Dorong Petani Salak Berinovasi

Pemkab siap memerikan bantuan permodalan untuk mendorong petani salak dalam mengembangkan UMKM salak.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  17:23 WIB
Ilustrasi. - Antara
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR - Pemerintah kabupaten Karangasem mendorong petani salak untuk membuat salak sebagai produk lain yang memiliki nilai lebih sehingga harga salak ketika panen tidak anjlok seperti saat ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karangasem I Ketut Sedana Merta menjelaskan petani saat ini harus didorong untuk berinovasi. "Ini akan menjadi perhatian kami ke depannya, bagaimana mendorong petani salak agar bisa membuat produk dari salak, sehingga bisa bernilai lebih, saat ini itu yang kurang dari petani kami," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (10/3/2021).

Pemerintah Karangasem siap memerikan bantuan permodalan untuk mendorong petani salak dalam mengembangkan UMKM salak. "Kami akan kaji terus, apakah perlu subsidi dari pemerintah, maka perlu kami suntikan dana atau bantuan modal," jelasnya lagi.

Petani salak Karangasem enggan melakukan panen karena harga salak yang terjun bebas dari harga normal, harga yang sangat rendah tidak bisa menutup biaya panen petani Karangasem. "Petani tidak mau memenen salaknya karena ongkos petik lebih mahal dari harga salak. Ketika musim harganya Rp10.000, ketika tidak musim harganya bisa tembus Rp115.000, jadi sangat jauh harganya," ungkap Merta.

Karangsem merupakan wilayah penghasil salak terbesar di Bali, dari data BPS, produksi tertinggi salak Karangasem pernah mencapai 29.992 ton. Sentra produksi salak karangsem berada di wilayah Selat, Bebandem, Rendang, Sidemen.

Seperti diberitakan harga salak di petani hanya Rp1000, harga yang jatuh tersebut membuat petani enggan memanen salaknya. Kondisi pandemi yang membuat sebagian produk salak tidak terserap di pasaran. (K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali salak karangasem
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top