Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perayaan Nyepi Jatuh Pada Minggu, Ibadah Umat Kristiani Via Virtual

Mengingat perayaan Hari Raya Nyepi umat tidak diperbolehkan keluar rumah, umat Kristiani sangat menghormati hal tersebut dan melaksanakan ibadah secara virtual.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  13:40 WIB
Umat Hindu berjalan keluar usai melakukan pradaksina atau berjalan mengitari Candi Prambanan saat perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1939di Sleman, Senin (27/3). - JIBI/Gigih M. Hanafi
Umat Hindu berjalan keluar usai melakukan pradaksina atau berjalan mengitari Candi Prambanan saat perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1939di Sleman, Senin (27/3). - JIBI/Gigih M. Hanafi

Bisnis.com, DENPASAR - Ibadah umat kristiani di Gianyar bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943 pada 14 Maret 2021 nanti akan dilaksanakan secara virtual.

Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, kebijakan tersebut berkaitan dengan pantangan Nyepi yang tidak memperbolehkan umat keluar rumah. Keputusan beribadah secara virtual tersebut sudah mendapat kesepakatan bersama.

”Mengingat perayaan Hari Raya Nyepi umat tidak diperbolehkan keluar rumah, umat kristiani sangat menghormati hal tersebut dan melaksanakan ibadah secara virtual,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Senin (8/3/2021).

Perayaan Nyepi yang dilaksanakan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun yang lalu, tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan melasti yang biasanya dilakukan di pantai, diimbau agar dilakukan di lokasi terdekat.

Hal ini nantinya akan dipertegas oleh PHDI melalui surat edaran.  

Sekretaris PHDI dan sekaligus Kepala Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gianyar Ida Bagus Made Viprajana menyampaikan, perayaan Nyepi tahun ini masih dalam suasana Covid-19, maka setiap upacara pada pelaksanaan Nyepi tidak terlepas dari protokol kesehatan yang sangat ketat.

Salah satunya pada saat pelaksanaan melasti yang banyak melibatkan masyarakat. Aparat desa diimbau untuk membatasi jumlah orang yang akan mengikuti upacara tersebut.

Ida Bagus Viprajana menegaskan, saat Ngembak Geni atau satu hari setelah Nyepi, umat Hindu biasanya akan melaksanakan silaturahmi ke kerabat, orang terdekat atau rekreasi ke tempat wisata atau pantai.

"Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah untuk menghindari penyebaran Covid-19, untuk kebaikan bersama supaya virus ini cepat berlalu,” sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nyepi kristen
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top