Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Remitansi ke NTB Turun 10,39 Persen pada Januari 2021

Saudi Arabia masih menjadi negara penyumbang remitansi terbesar bagi NTB yang masuk melalui Bank pada Januari 2021 dengan nilai 42 persen atau sekitar Rp11,23 miliar.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  21:30 WIB
Ilustrasi kantor pos tempat pengiriman remitansi.
Ilustrasi kantor pos tempat pengiriman remitansi.

Bisnis.com, DENPASAR – Remitansi yang masuk ke Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Januari tahun 2021 terhitung turun 10,39 persen jika dibandingkan Desember 2020 (Month to Month/MoM), dimana remitansi Desember 2020 senilai Rp96,84 miliar dari total remitansi tahun 2020 senilai Rp1,21 triliun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyebutkan pada Januari 2021 total remitansi yang masuk ke NTB senilai Rp86,83 miliar.

Kepala BPS NTB Suntono menjelaskan jika puluhan miliar dana remitansi masuk melalui Bank dan PT Pos. “kalau dari Bank, dana remitansi masuk Rp26,2 miliar dan dana masuk ke melalui PT.Pos sekitar Rp60,58 miliar,” jelas Suntono dikutip dari rilis, Rabu (3/3/2021).

Saudi Arabia masih menjadi negara penyumbang remitansi terbesar bagi NTB yang masuk melalui Bank pada Januari 2021 dengan nilai 42 persen atau sekitar Rp11,23 miliar. Padahal negara tersebut sedang menerapkan lockdown karena pandemi Covid-19.

Selain Suadi Arabia, remitansi ke NTB yang masuk melalui Bank berasal dari Uni Emirat Arab (UEA) 13,21 persen atau Rp3,4 miliar, Jepang Rp431 juta, Malayasia Rp192 juta, Hongkong Rp357 juta, Singapura Rp52 juta, dan negara lain sebesar Rp10 miliar atau dan berkisar 40,08 persen.

“Saudi Arabia, UEA, dan Jepang menjadi 3 besar penyumbang remitansi ke NTB yang masuk melalui Bank,” jelas Suntono.

Kota Mataram menjadi daerah penerima terbesar remitansi yang dikirim melalui Bank senilai 49,68 persen, kemudian Sumbawa 30,37 persen, Bima 15,45 persen, Lombok Tengah 2,93 persen, Dompu dan Lombok Timur 0,68 dan 0,53 persen.

Selain dari Bank, remitansi yang masuk melalui PT.Pos jauh lebih besar dari remitansi yang masuk melalui Bank. Remitansi yang masuk melalui PT.Pos paling besar masuk ke kabupaten Lombok Tengah sekitar 22,7 persen dengan nilai Rp13,79 miliar. Kemudian ke Lombok Timur 22,74 persen atau Rp13,77 miliar.

Sumbawa 13,59 persen atau Rp8,23 miliar, Lombok barat 10,82 persen atau Rp6,5 miliar, Sumbawa Barat 10,27 persen atau Rp6,22 miliar. Kemudian masuk ke kota mataram 8,2 persen atau Rp4,97 miliar, dompu 3,98 persen atau Rp2,4 miliar. Kabupaten Bima 3,99 persen atau Rp2,05 miliar, Lombok Utara 3,24 persen atau Rp1,96 miliar dan kota Bima 1 persen atau Rp608 juta. “Total remitansi yang masuk melalui PT. Pos Rp60,58 miliar,” jelas Suntono.

Remitansi masuk ke NTB berasal dari Pekerja Migrant Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri. Data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyebutkan tahun 2019 jumlah orang NTB yang tercatat sebagai PMI sejumlah 23.843 orang.(K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

remitansi ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top