Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jamkrida Bali Mandara Cetak Kenaikan Pendapatan di Tengah Pandemi, Kok Bisa?

PT Jamkrida Bali Mandara nilai imbal jasa penjaminan menurun 28,91 persen YoY menjadi Rp3,1 triliun selama 2020. Jumlah nasabah terjamin turun 22,45 persen YoY menjadi 65.080 terjamin.
Pelaku UKM/Bisnis.com
Pelaku UKM/Bisnis.com

Bisnis.com, DENPASAR - PT Jamkrida Bali Mandara mencetak kenaikan pendapatan sebesar 1,8 persen pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy) menjadi Rp56,8 miliar.

Padahal, selama 2020, bisnis Jamkrida Bali Mandara terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut terlihat dari penurunan imbal jasa penjaminan (IJP) dan nasabah serta peningkatan nilai klaim.

Berdasarkan laporan keuangan PT Jamkrida Bali Mandara, selama 2020, nilai imbal jasa penjaminan menurun 28,91 persen YoY menjadi Rp3,1 triliun. Jumlah nasabah terjamin turun 22,45 persen YoY menjadi 65.080 terjamin.

Di satu sisi, nilai klaim mengalami peningkatan pada 2020 sebesar 74,74 persen YoY menjadi Rp32,6 miliar.

Direktur Utama Bali Mandara I Ketut Widiana Karya mengatakan perusahaan berhasil memperoleh peningkatan pendapatan pada 2020 berkat investasi yang dilakukan. Selama 2020, pendapatan investasi perseroan meningkat 114 persen YoY menjadi Rp8,1 miliar.

"Kita naik karena kita ada investasi, kita banyak taruh dalam bentuk deposito," katanya kepada Bisnis, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, Jamkrida Bali Mandara juga terbantu dengan pembentukan cadangan klaim. Bahkan, peningkatan pembayaran klaim yang terjadi pada 2020 sama sekali tidak menggerus modal.

Setidaknya, setiap tahun, Jamkrida Bali Mandara melakukan penyisihan pendapatan sebesar 0,01 persen untuk masuk dalam cadangan klaim. "Untuk 2021, kita juga sudah membentuk cadangan klaim, nilainya mencapai Rp16,3 miliar," sebutnya.

Sekedar informasi, saat ini Jamkrida Bali Mandara telah bermitra dengan 716 lembaga keuangan bank dan non bank, yang terdiri dari 58 kantor cabang dan cabang pembantu BPD Bali, 110 BPR, 276 lembaga perkreditan desa (LPD), 32 badan usaha milik desa, 199 koperasi, Bank Bukopin, Lembaga Pengelola Dana Bergulir, 3 modal ventura, 2 perusahaan asuransi, 1 broker, dan 38 agen penjaminan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper