Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Program Pemulihan Ekonomi Bali, Pinjaman Lunak hingga Infrastruktur Pariwisata

Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang didampingi Kepala BI Perwakilan Wilayah Bali Trisno Nugroho, Dirut PT. Bank BPD Bali, dan Kerua GIPI Bali mengusulkan agar dilakukan berbagai upaya revitalisasi destinasi wisata.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 Februari 2021  |  18:49 WIB
Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Sabtu (30/1/2021). - Antara/Naufal Fikri Yusuf
Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Sabtu (30/1/2021). - Antara/Naufal Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR -- Pemerintah Bali mengajukan 4 program terkait pembenahan ekonomi di tengah masa pandemi Covid-19, yakni mulai dari pinjaman lunak hingga pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.

Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang didampingi Kepala BI Perwakilan Wilayah Bali Trisno Nugroho, Dirut PT. Bank BPD Bali, dan Kerua GIPI Bali mengusulkan agar dilakukan berbagai upaya revitalisasi destinasi wisata.

Pada kesempatan ini Wagub Bali menyampaikan sejumlah program lain kepada Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo R.M Manuhutu dan juga Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Wawan Gunawan secara video conference, di ruangan kerja Wagub, Kamis (4/2/2021).

Adapun empat usulan Pemprov Bali kepada pusat yakni, pertama pengajuan bantuan modal kerja dalam bentuk pinjaman lunak kepada Pemerintah Pusat senilai Rp 9,4 triliun dengan jangka waktu selama 10 tahun dan grace period selama 2-3 tahun.

Kedua, Provinsi Bali juga melakukan permintaan 2 juta dosis vaksin untuk diberikan kepada pekerja sektor pariwisata. Hal ini dilakukan untuk memberi rasa aman baik kepada pekerja maupun wisatawan yang akan datang berkunjung.

Ketiga, pelaksanaan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pariwisata selama masa pendemi. Pembangunan infrastruktur ini dinilai menjadi prioritas yang harus diutamakan, selain untuk meningkatkan kualitas destinasi dalam rangka menyambut kembali aktivitas pariwisata, proyek pembangunan yang dilakukan juga dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bali.

Terakhir, usulan mengenai program reaktivasi wisata domestik melalui perjalanan dinas diharapkan dapat diarahkan lebih banyak untuk diselenggarakan di Bali secara tersebar di berbagai Kabupaten.

Kepala BI Perwakilan Wilayah Bali Trisno Nugroho juga menambahkan pentingnya dilakukan revitalisasi terhadap sejumlah toilet yang ada pada destinasi wisata, salah satunya toilet umum yang ada di wilayah Kuta.

Hal ini lantaran daerah ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan manca negara dan juga domestik selain Ubud dan lainnya.

Setelah rapat koordinasi hari ini, hasil usulan yang sudah di ajukan kemudian akan disampaikan lisan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo R.M Manuhutu dan juga Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Wawan Gunawan kepada Menteri Kemaritiman dan Investasi RI.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata bali pemprov bali ekonomi bali
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top