Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Jerinx SID, Jaksa dan Terdakwa Ajukan Kasasi

Adapun dasar mengajukan kasasi nantinya akan disampaikan ketika memori kasasi telah diajukan yaitu 14 hari sejak menyatakan kasasi.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  20:50 WIB
Drummer Superman Is Dead Jerinx. - Instagram @jrxsid
Drummer Superman Is Dead Jerinx. - Instagram @jrxsid

Bisnis.com, DENPASAR - Tim Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus 'IDI Kacung WHO' masih belum dapat menerima vonis banding 10 bulan penjara kepada terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx drummer grup musik SID dengan kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali A Luga Harlianto mengatakan Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara Jerinx telah menyatakan Kasasi atas Putusan Pengadilan Tinggi Denpasar No 72/Pid.Sus/2020/PT DPS pada 14 Januari 2021 yang menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan penjara terhadap I Gede Ari Astina.

"Jaksa tak sependapat dengan putusan banding di Pengadilan Tinggi Denpasar yang mengurangi vonis terhadap Jerinx," tuturnya, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, dasar pengajuan kasasi itu, selanjutnya akan disampaikan ketika memori kasasi. Adapun dasar mengajukan kasasi nantinya akan disampaikan ketika memori kasasi telah diajukan yaitu 14 hari sejak menyatakan kasasi.

Penasehat Hukum terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx SID turut mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung atas kasus 'IDI Kacung WHO'.

Koordinator Penasehat Hukum Jerinx Wayan Gendo Suardana mengatakan telah berkoordinasi dengan Jerinx atas pengajuan kasasi oleh jaksa atas vonis banding 10 bulan penjara kepada kliennya tersebut, sehingga pihaknya sepakat untuk melakukan kasasi karena merasa sejatinya Jerinx tidak pantas untuk dipidana.

"Dia tidak pantas dipenjara, dan pantas untuk bebas," tuturnya, Kamis (28/01/21).

Adanya pengajuan kasasi oleh Jaksa dan Kuasa Hukum Jerinx ke MA memperlihatkan pertarungan hukum antara kedua belah pihak belum menemukan titik akhir.

Sementara itu, menurut Gendo kasasi adalah hak hukum dari Jaksa. Namun, kata dia seharusnya jaksa bisa lebih bijak melihat putusan majelis hakim banding.

"Pertimbangan hukum majelis hakim banding dalam menilai memori banding jaksa berdasarkan satu prinsip hukum yang tepat yaitu penjatuhan pidana bukanlah untuk pembalasan," jelasnya.

Melihat hal tersebut, lanjutnya, majelis hakim telah memiliki penilaian bahwa permintaan jaksa dalam memori bandingnya yang menuntut agar Jerinx dihukum lebih berat adalah bentuk tuntutan yang berdasarkan hasrat pembalasan.

"Untuk itu kami akan sesegera mungkin mengajukan kasasi ke MA," kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Jerinx
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top