Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bangun Pusat Kebudayaan 320 Hektar, Gubernur Bali Minta Dukungan Pemilik Lahan

Biaya pembangunan monumen di Bali tersebut rencananya akan disokong pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,5 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  18:06 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Koordinasi Persiapan Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. - Antara
Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Koordinasi Persiapan Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Gubernur Bali I Wayan Koster mengharapkan warga pemilik lahan yang berasal dari Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Sampalan Kelod dan Desa Gunaksa mendukung pembangunan Pusat kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Eks Galian C Gunaksa, Klungkung.

Adapun, biaya pembangunan monumen tersebut rencananya akan disokong pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,5 triliun. Sementara itu, pembangunannya akan dilakukan arsitek dengan konsep "ngayah" atau bekerja tanpa pamrih tanpa memungut biaya.

Nantinya, kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan berdiri di atas lahan seluas 320 hektar dan mengandung penjabaran dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pengaplikasian di antaranya melalui hutan buatan, taman, fasilitas seni, pameran, kuliner UMKM hingga waduk dan pelabuhan hingga menjadikan kawasan ini merupakan kawasan lengkap yang mengimplementasikan filosofi dari visi pembangunan Bali tersebut.

Menurutnya, pembangunan pusat kebudayaan itu akan menjadi sebuah mahakarya monumental sebagai program prioritas membangun adat istiadat, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) pun diminta memfasilitasi pembebasan lahan milik warga yang akan dibangun pusat kebudayaan tersebut.

"BPN harus kerja keras karena pemilik lahan ini adalah prioritas dari kementerian pertanahan. Tapi saya tegaskan, jangan ada yang coba-coba bermain, jadi calo, nakal dan berniat buruk lain karena akan berhadapan dengan saya dan penegak hukum,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (21/1/2021).

Warga pemilik lahan pun dipastikan tidak hanya mendapat manfaat sebatas ganti rugi tanah, tetapi juga manfaat-manfaat lain seperti penyerapan lebih dari 10.000 tenaga kerja tersebut.

“Untuk tenaga kerjanya akan diprioritaskan dari masyarakat sekitar. Belum lagi kesempatan untuk menjual produk kerajinan lokal dan UMKM,” ujarnya.

Di hadapan ratusan warga pemilik lahan, Gubernur Koster mengatakan bahwa layaknya Candi Prambanan atau Borobudur, pembangunan sebuah karya monumental hanya bisa berjalan dengan restu dari alam melalui tangan orang-orang yang punya niat tulus dan lurus.

“Sejak dulu lokasi ini akan digunakan untuk berbagai proyek, gak pernah jadi itu, karena niat yang tidak baik dan alam tidak merestui. Tanah ini sudah terhitung terlantar sejak 1963. Sekarang ini saya ambil langkah, "ngayah total sekala lan niskala" dengan niat baik dan konsep yang baik, agar kawasan ini lebih bermanfaat tak hanya bagi Bali, tapi nasional dan bahkan dunia. Astungkara berjalan dengan mulus,” katanya.

Koster melanjutkan, sejak awal kepemimpinan bahkan sebelum dilantik sebagai gubernur, telah meniatkan membangun sebuah fasilitas seni dan budaya yang memadai untuk Bali.

Dari sisi sejarah, Klungkung merupakan tempat dim ana kebudayaan Bali berkembang hingga mencapai masa keemasaannya pada era Kerajaan Gelgel, tepatnya dalam pemerintahan Raja Dalem Waturenggong.

“Desainnya dibuat oleh arsitek terkenal, orang Bali. Ngayah tanpa biaya. Demikian pula dengan bantuan normalisasi Tukad Unda oleh Kementerian PU yang menelan dana Rp270 miliar dilanjutkan dengan pembangunan waduk muara. Jadi nantinya kawasan ini dirancang agar tidak terjadi longsor, banjir aliran lahar, dan lainnya,” sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata bali pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top