Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penukaran Valas di Bali Bakal Dilakukan Secara Non-Tunai

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) di Bali masih melakukan penukaran valuta asing dengan uang kartal.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  10:26 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (11/11) ditutup melemah 0,2 persen atau 27,5 poin ke level Rp14.085 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (11/11) ditutup melemah 0,2 persen atau 27,5 poin ke level Rp14.085 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, DENPASAR - Bank Indonesia Provinsi Bali tengah mendorong penukaran valuta asing di Bali agar bisa dilakukan secara non tunai. 10 Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank di Bali akan menjadi sample dalam penerapan digitalisasi penukaran valuta asing.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) di Bali masih melakukan penukaran valuta asing dengan uang kartal.

"Kita sedang ajukan vendor send box ke kantor pusat bagaimana digitalisasi KUPVA, 10 KUPVA di Bali untuk jadi sample, ini masih didiskusikan," katanya, Senin (21/12/2020).

Menurutnya, ada tiga wilayah di Indonesia yang berpeluang untuk melakukan digitalisasi penukaran valuta asing yakni Bali, Batam, dan Jakarta. Ketiga daerah tersebut memiliki nilai penukaran valuta asing yang tinggi.

Khusus di Bali, nominal transaksi jual-beli valuta asing tercatat senilai Rp1,03 triliun pada kuartal III/2020, yang terdiri atas transaksi pembelian senilai Rp508,44 miliar dan transaksi penjualan senilai Rp520,34 miliar.

"Nanti di coba secara terbatas, kalau sudah bagus dan aman baru dikeluarkan ke perusahaan kupva yang lain, karena digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bali valas
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top