Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh, Digitalisasi Transaksi di Buleleng dan Klungkung Paling Rendah Se-Bali

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, nilai tingkat elektronifikasi transkasi pemerintah daerah di Buleleng dan Klungkung masing-masing sebesar 2,84. Sisanya, kabupaten lain di Bali berada di atas 3 dengan nilai tertinggi berada di Denpasar sebesar 3,73.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  08:40 WIB
Pengunjung melakukan transaksi pembayaran berbasis digital dengan pedagang pantai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Sabtu (11/7/2020). - ANTARA
Pengunjung melakukan transaksi pembayaran berbasis digital dengan pedagang pantai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Sabtu (11/7/2020). - ANTARA

Bisnis.com, DENPASAR - Buleleng dan Klungkung menjadi dua kabupaten di Bali dengan tingkat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah yang paling rendah.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, nilai tingkat elektronifikasi transkasi pemerintah daerah di Buleleng dan Klungkung masing-masing sebesar 2,84. Sisanya, kabupaten lain di Bali berada di atas 3 dengan nilai tertinggi berada di Denpasar sebesar 3,73.

Dampak elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dinilai telah meningkatkan realisasi pendapatan asli daerah dari semula Rp10 triliun selama 2016-2017 menjadi Rp12 triliun pada 2018-2019. Peningkatan pendapatan akibat elektronifikasi juga terjadi pada pajak daerah dan realisasi retribusi daerah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan pihaknya mendorong semua kabupaten dan kota di Bali untuk mengaplikasikan 100% elektronifikasi pada transaksi pendapatan maupun pengeluaran daerah. Badung dan Denpasar dinilai menjadi dua daerah di Bali yang paling agresif dalam menerapkan elektronifikasi atau digitalisasi transaksi.

"Hanya Buleleng dan Klungkung yang agak rendah tingkat digitalisasinya, Buleleng sudah komit untuk mendorong digitalisasi agar bisa 100% pada pendapatan maupun pengeluaran, dari mulai pembayaran pajak hingga retribusi," katanya, Senin (21/12/2020).

Trisno menegaskan penerimaan digitalisasi pada transaksi pemerintah daerah sebenarnya disambut positif oleh seluruh kepala daerah di Bali. Pasalnya, dengan digitalisasi transaksi pemda, masyarkat menjadi lebih mudah dalam membayar kewajiban seperti pajak.

Penerapan digitalisasi transaksi pemerintah daerah pun dinilai akan diikuti dengan peningkatan pendapatan. Penerapan digitalisasi yang semakin mudah akan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur masyarakat yang lebih baik.

"Di masa ini, digitalisasi ya sebuah keharusan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, di kabupaten atau kota di Jawa sudah gunakan aplikasi semua, setahun dua tahun lalu bahkan, dan bayarnya semakin mudah tidak rumit," sebutnya.

Adapun akibat pandemi Covid-19, seluruh kabupaten/kota di Bali mengalami penurunan pendapatan kecuali Jembrana yang tetap mencatatkan kinerja positif. Berdasarkan data Bank Indonesia, PAD Jembrana tumbuh 12,67% pada kuartal III/2020 dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) menjadi Rp103 miliar.

Sementara itu, kabupaten atau kota lainnya di Bali tercatat mengalami koreksi pada pertumbuhan PAD. Penurunan PAD terbesar terjadi di Gianyar yang terkoreksi 39,75 persen YoY menjadi Rp422 miliar.

Tidak jauh berbeda, PAD Badung juga mengalami penurunan sebesar 34,74 persen. Meskipun PAD menurun cukup dalam, dari segi nominalnya, Badung tetap menduduki posisi teratas dengan perolehan Rp1,659 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bali Digital Banking
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top