Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Subsidi Bunga KUR dan non-KUR di Bali Banyak yang Belum Cair, Ini Alasannya

Berdasarkan data Otoritas Jasa keuangan, per November 2020 terdapat 5.999 debitur BPR di Bali yang telah memperoleh subsidi bunga.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  18:38 WIB
Petugas Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kota Denpasar membagikan masker gratis kepada pedagang di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Rabu (8/4/2020). Kegiatan tersebut merupakan program gerakan 10 ribu masker yang diberikan secara gratis kepada pedagang di pasar tradisional, petugas kebersihan jalan, petugas parkir serta petugas disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau Virus Corona. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Petugas Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kota Denpasar membagikan masker gratis kepada pedagang di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Rabu (8/4/2020). Kegiatan tersebut merupakan program gerakan 10 ribu masker yang diberikan secara gratis kepada pedagang di pasar tradisional, petugas kebersihan jalan, petugas parkir serta petugas disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau Virus Corona. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR - Realisasi penyaluran subsidi bunga untuk debitur bank perkreditan rakyat (BPR) terdampak pandemi Covid-19 di Provinsi Bali baru mencapai 67,38% dari total yang diajukan. Tidak berbeda jauh, realisasi penyaluran subsidi bunga pada debitur bank pembangunan daerah (BPD) Bali juga masih berkisar 73,85% dari pengajuan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa keuangan, per November 2020 terdapat 5.999 debitur BPR di Bali yang telah memperoleh subsidi bunga. Akumulasi subsidi bunga yang diajukan BPR di Bali kepada pemerintah adalah Rp11,56 miliar, sedangkan akumulasi subsidi bunga yang telah direalisasikan oleh Pemerintah adalah Rp7,79 miliar.

Berdasarkan laporan PT Bank Pembangunan Daerah Bali, per November 2020 terdapat 17.183 debitur yang telah memperoleh subsidi bunga (KUR dan Non KUR). Akumulasi subsidi bunga yang diajukan kepada Pemerintah adalah Rp62,07 miliar, sedangkan akumulasi subsidi bunga yang telah direalisasikan oleh pemerintah adalah Rp45,84 miliar.

Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda I Nyoman Hermanto D. mengatakan selisih realisasi penyaluran subsidi bunga terjadi karena masih ada proses klarifikasi dari Dirjen Perbendaharaan. Realisasi subsidi bunga pun bergantung pada hasil klarifikasi dari pemerintah pusat.

Meskipun masih dilakukan penilaian, Nyoman Hermanto meyakini, semua subsidi bunga yang diajukan akan bisa cair. Pasalnya, semua data telah berada di Dirjen Perbendaharaan pasca melewati berbagai macam tahapan. 

"Seharusnya sih semua bisa cair karena yang sudah sampai ke DJPb [Direktorat Jenderal Perbendaharaan] sudah melalui screening beberapa tahap," katanya kepada Bisnis, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, jika realisasi subsidi bunga tidak bisa rampung akhir tahun ini, kemungkinan akan dilanjutkan ke 2021. Namun, pembukuan dari subsidi bunga kredit tersebut akan disesuaikan dengan periode pengajuan. Apalagi, jika pengajuannya masih dalam masa 6 bulan pemberian subsidi, sehingga stimulus tersebut pun masih bisa diberikan.

"Periodenya tahun ini. Tapi karena proses, gak bisa pas sepertinya pembayarannya, mungkin akan dilanjutkan ke 2021, tapi pembukuannya untuk subsidi bunga kredit sesuai periode pengajuan," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali umkm Subsidi Bunga
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top