Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Menanti Pinjaman Lunak Rp9,5 Triliun Bagi Pelaku Wisata

Walaupun pada akhir tahun nanti, kunjungannya diproyeksi mampu mencapai 10.000 wisatawan domestik, angka tersebut masih jauh dari realisasi normal.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  06:45 WIB
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\n
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\\n

Bisnis.com, DENPASAR - Bali masih menanti persetujuan pinjaman lunak yang diajukanke pemerintah pusat senilai Rp9,5 triliun.

Sebelumnya, Bali telah menerima bantuan dana hibah pariwisata senilai Rp1,1 triliun.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, sebagai upaya mendukung pariwisata yang terdampak pandemi, Bali mengharapkan adanya bantuan lanjutan dari pemerintah pusat. Lantaran, bantuan dana hibah pariwisata tidak bisa diajukan setiap tahun, Bali pun meminta adanya pinjaman lunak yang dapat diberika kepada pelaku pariwisata.

Nilai pinjaman lunak Rp9,5 triliun yang diajukan tersebut akan digunakan menjaga kelanjutan tenaga kerja perusahaan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja. Selain itu, pinjaman tersebut akan digunakan sebagai modal awal bagi pelaku wisata apabila Bali sudah dibuka untuk wisatawan mancanegara.

"Jumlah yang kami ajukan sekitar 9,5 triliun, angka tersebut merupakan pendekatan dari kemampuan riil perusahaan untuk mengembalikan," katanya kepada Bisnis, Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, kemampuan perusahaan pelaku wisata dalam mengembalikan dana dari pinjaman lunak tersebut perlu menjadi acuan. Pasalnya, meskipun dana pinjaman lunak akan digunakan untuk memastikan kepastian hidup karyawan, perusahaan tetap memiliki kewajiban untuk menjamin dan mengembalikan dana.

"Karena walaupun peruntukannya untuk karyawan, tapi yang menjamin dan mengembalikan adalah perusahaan dimana karyawan tersebut bekerja," sebutnya.

Cok Ace, sapaan akrabnya, belum menjelaskan detail mengenai skema penyaluran pinjaman lunak tersebut jika disetujui. Namun, penyaluran pinjaman lunak tersebut dipastikan akan lewat bank dengan jangka waktu dan bunga tertentu.

Pandemi Covid-19 memang telah memukul pariwisata Bali cukup dalam. Sejak Maret 2020, hampir ada wisatawan mancanegara yang datang mengunjungi Bali. Kalaupun ada kedatangan, wisatawan mancanegara tersebut hanya melakukan perjalanan bisnis bukan berwisata. Sisanya, masih ada pula wisatawan mancenegara yang stranded atau terdampar di Bali karena kebijakan lockdown negara asal.

Kondisi serupa juga terjadi pada wisatawan domestik. Sejak pariwisata Bali kembali dibuka untuk domestik per 31 Juli 2020, jumlah kunjungan wisatawan memang meningkat tetapi jauh dari normal. Hingga November 2020, terdapat kunjungan 5.000 hingga 6.000 wisatawan domestik ke Bali.

Walaupun pada akhir tahun nanti, kunjungannya diproyeksi mampu mencapai 10.000 wisatawan domestik, angka tersebut masih jauh dari realisasi normal. Pada kondisi peak season, Bali bisa kedatangan 20.000 wisatawan mancanegara dan 16.000 wisatawan domestik.

Kondisi tersebut pun membuat pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal II/2020 terkontraksi sedalam minus 12,28 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top