Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Monkey Forest Bali Dibuka Kembali, Protokol Kesehatan Diutamakan

Selama masa pandemi Ubud seakan menjadi padam karena sebagian besar tempat kunjungan bagi wisatawan terpaksa memilih tutup karena minimnya wisatawan.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  20:47 WIB
Ilustrasi. - Antara
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR - Objek Wisata Monkey Forest Ubud Bali akan dibuka kembali pada 5 November mendatang dengan mengutamakan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19.

Bendesa Pakraman Padangtegal Ubud Gianyar I Made Gandra mengatakan pihaknya memilih membuka monkey forest sebagai upaya memperbaiki tatanan kehidupan komunitas yang ada di monkey forest terutama sejumlah hewan yang harus mendapat perhatian. Namun tetap dengan syarat mengutamakan dan menyiapkan prokes baik bagi pengunjung dan staf setempat, sehingga obyek wisata tidak menjadi kluster baru bagi penyebaran Covid-19.

"Kami tetap mengutamakan penerapan prokes Covid-19 di objek wisata monkey forest ini," tuturnya, Selasa, (27/10/2020).

Wakil Gubenur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace menuturkan, selama masa pandemi Ubud seakan menjadi padam karena sebagian besar tempat kunjungan bagi wisatawan terpaksa memilih tutup karena minimnya wisatawan yang ada di Bali akibat pandemi Covid-19 ini. Sehingga pihaknya meminta agar warga Ubud yang memiliki rumah dan juga usaha di seputaran Ubud untuk membuka pintunya, sehingga nampak kehidupan yang seperti biasanya.

"Kita buat agar Ubud kembali bangkit seperti biasanya," jelasnya.

Menurut Cok Ace, tutupnya akomodasi di Ubud membuat wisatawan domestik yang ada di pulau ini memilih berpindah ke tempat yang lain, sehingga hal ini tentu akan mempengaruhi kondisi Ubud dimasa mendatang khususnya pasca pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top