Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Christian Dior Ingin Gunakan Kain Endek Bali, Ini Syaratnya

Chistian Dior harus memenuhi dua persyaratan yang diberikan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali untuk menjadikan endek sebagai bahan busananya.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  21:05 WIB
Ny. Putri Suastini Koster menerima rombongan Tim Ad Hoc Kemenlu RI di Ruang Pertemuan Jayasabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/10 - 2020).
Ny. Putri Suastini Koster menerima rombongan Tim Ad Hoc Kemenlu RI di Ruang Pertemuan Jayasabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/10 - 2020).

Bisnis.com, DENPASAR - Chistian Dior harus memenuhi dua persyaratan yang diberikan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali untuk menjadikan endek sebagai bahan busananya.

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan dalam konteks perlindungan dan pelestarian kain endek, terdapat sejumlah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh rumah mode Christian Dior dalam pemenuhan kebutuhan bahan endek untuk koleksi busana pada 2021 mendatang.

Syarat pertama, Dior wajib menggunakan kain endek yang benar-benar diproduksi oleh perajin Bali. Syarat lainnya, pihak Dior juga harus memahami bahwa endek bukanlah tenun yang bisa diproduksi secara massal dengan motif dan warna yang seragam.

“Kain kami ini punya keterbatasan dalam produksi, selain itu dalam teknik pewarnaan sangat dipengaruhi oleh sinar. Jadi, celupan pertama dan berikutnya pasti akan ada perbedaan,” tuturnya di Ruang Pertemuan Jayasabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu, (14/10/2020).

Menurutnya, hal tersebut menjadi keunggulan dari kain endek karena sifatnya yang limited edition. Adapun syarat lain yang ditawarkan dalam keja sama ini adalah keterlibatan eksportir putra daerah Bali.

Pimpinan rombongan Tim Ad Hoc Kemenlu RI Dyah Lestari Asmarani menuturkan bahwa timnya mendapat penugasan khusus untuk menindaklanjuti rencana penggunaan bahan endek untuk koleksi busana Dior pada 2021 mendatang.

“Pada prinsipnya kami akan memastikan dan mengawal agar kerja sama ini berjalan dengan baik dan sama-sama menguntungkan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap masukan dari jajaran Pemprov Bali dan Dekranasda terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Dior.

Terkait upaya perlindungan terhadap kain endek, anggota Tim Ad Hoc Kemenlu Erik Mangajaya menyarankan Pemprov Bali menerapkan Sistem Ekspresi Budaya Tradisional. Menurutnya, sistem perlindungan ini akan mendorong dan memperkuat promosi serta pengembangan ekonomi kreatif termasuk UMKM.

Kemudian, untuk mencegah tindakan misappropriation terhadap kain endek, Dia menyarankan Pemprov Bali menempuh dua langkah.

Pertama, menetapkan peraturan daerah mengenai seni budaya tradisional kain endek Bali. Kedua, mendaftarkan kain endek Bali pada Database Kekayaan Intelektual Komunal Kemenkumham atau Sistem Pengelolaan Data Pokok Kebudayaan Kemendikbud.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top