Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

23 Mahasiswa Perguruan Tinggi di Bali Ini Raih Omzet Rp200 Juta

Untuk akses permodalan, setiap mahasiswa melakukan urunan senilai Rp1.000.000.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  14:27 WIB
Launching buku Millenial Wajib Kaya oleh penulis Sephy Lavianto (kiri) dan Ketua STMIK Primakara I Made Arthana (Kanan) di Denpasar, Jumat (24/7/2020). - Luh Putu Sugiari
Launching buku Millenial Wajib Kaya oleh penulis Sephy Lavianto (kiri) dan Ketua STMIK Primakara I Made Arthana (Kanan) di Denpasar, Jumat (24/7/2020). - Luh Putu Sugiari

Bisnis.com, DENPASAR — Di tengah pandemi Covid-19, sebanyak 23 mahasiswa STMIK Primakara Denpasar Bali yang terbagai ke dalam empat tim berhasil mendulang omzet hingga Rp200 juta selama 4 bulan melalui sistem penjualan secara daring.

Dosen pengampu mata kuliah E-Commerce STMIK Primakara Sephy Lavianto menuturkan bahwa pada awalnya mahasiswa diminta supaya menjalankan bisnis secara daring melalui platform media sosial atau website yang telah dimiliki.

Selanjutnya, setiap orang akan mengambil bagian sebagai direktur proyek, manajer pembelian, manajer keuangan, manajer pemasaran dan penjualan, manajer operasi dan SDM, serta manajer digital kreatif.

"Meski ini adalah bagian dari mata kuliah, saya menekankan untuk bekerja layaknya telah memiliki perusahaan sendiri," kata Sephy di kampus STMIK Primakara, Jumat (24/7/2020).

Menurutnya, awalnya produk yang ditawarkan oleh mahasiswanya yakni produk fashion, tetapi karena adanya pandemi Covid-19 sehingga tersedia juga produk tambahan seperti masker dan hand sanitizer.

"Produk yang ditawarkan beragam dan melihat dari kebutuhan pasarnya juga," kata Sephy.

Sementara itu, untuk akses permodalan, dia menuturkan bahwa setiap mahasiswa melakukan urunan senilai Rp1.000.000. Dalam 1 bulan, mereka telah mampu kembali modal dan pada bulan berikutnya hanya memutar kembali profit yang telah diperoleh.

Ni Komang Ary Yuliana, Manajer Keuangan dari Kelompok Madeera, mengungkapkan bahwa saat memulai usaha ini, timnya banyak melihat peluang yang ada.

Walaupun masih tergolong mahasiswa, dia dan tim telah mampu bekerja secara profesional sehingga bisa meraup keuntungan senilai Rp50 juta selama 4 bulan ini.

"Peluang selalu ada dan kami tidak mau menyia-nyiakan peluang tersebut," ungkapnya.

Ketua STMIK Primakara Denpasar I Made Arthana turut menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah mengambil peluang usaha meskipun terkendala Covid-19 dengan memanfaatkan dagang-el.

"Saat ini banyak perusahaan yang harus tutup atau gulung tikar, tapi dengan e-commeece mahasisa bisa membuka usaha," jelasnya.

Selanjutnya, kiat-kiat sukses dalam menjalankan bisnis menggunakan sistem e-commerce dari 23 orang mahasiswa STMIK Primakara ini disajikan dalam sebuah buku yang berjudul Millenial Wajib Kaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce ekonomi digital
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top