Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mataram Tutup Kembali Objek Wisata Pantai & Ruang Publik

Warga yang datang ke objek wisata pantai dan ruang publik salah satunya di car free day tidak disiplin menerapkan protokol Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  14:21 WIB
Petugas medis mengambil sampel darah anak usia balita dalam pelayanan tes cepat COVID-19 yang digelar RS Bhayangkara Mataram di Jalan Langko, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (23/6/2020). - ANTARA/Dhimas B.P.
Petugas medis mengambil sampel darah anak usia balita dalam pelayanan tes cepat COVID-19 yang digelar RS Bhayangkara Mataram di Jalan Langko, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (23/6/2020). - ANTARA/Dhimas B.P.

Bisnis.com, MATARAM — Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan penutupan kembali terhadap objek wisata pantai dan aktivitas di ruang publik yang dinilai berpotensi menjadi pusat penularan Covid-19.

"Dari hasil evaluasi, warga yang datang ke objek wisata pantai dan ruang publik salah satunya di CFD [car free day] tidak disiplin menerapkan protokol Covid-19. Jadi, kami putuskan ditutup daripada menimbulkan klaster baru," kata Wali Kota Mataram Ahyar Abduh, Senin (13/7/2020).

Penutupan objek wisata dan ruang publik itu sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 dan Kota Mataram bisa keluar dari zona merah.

Mataram masuk zona merah Covid-19 karena kasus positif baru terus ditemukan setiap hari dan berdasarkan data terakhir gugus pada Minggu (12/7/2020) pukul 22.00 Wita, secara kumulatif kasus Covid-19 di Kota Mataram sampai sebanyak 697 orang.

Oleh karena itu, beberapa objek wisata pantai yang ditutup Pemkot Mataram antara lain Pantai Gading, Pantai Ampenan, dan Pantai Loang Baloq yang saat ini menjadi pusat keramaian warga.

"Kami akui, jalur masuk ke pantai ini banyak dan kita tidak mungkin menjaga dan menutup total pantai sepanjang 9 kilometer," katanya.

Begitu juga dengan kegiatan CFD yang dilaksanakan setiap Minggu di Jalan Udayana, ditegaskan kembali wali kota ditiadakan untuk sementara waktu.

Oleh karena itu, aktivitas masyarakat dan pedagang pada Minggu harus ditutup total agar tidak menimbulkan kerumunan massa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mataram covid-19

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top