Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Puncak Kasus Covid-19 di Denpasar Diprediksi 4 Juni

Disimpulkan sampai saat ini kurva sudah mengalami kenaikan kumulatif tetapi melandai.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  16:56 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara yang memasuki wilayah Kota Denpasar, di Pos Pengamanan dan Penyekatan Uma Anyar, Denpasar, Bali, Senin (11/5/2020). Pemkot Denpasar terus melakukan persiapan, sosialisasi dan mulai memperketat pintu masuk wilayah Kota Denpasar menjelang penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayah tersebut pada pertengahan bulan Mei 2020 sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf
Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara yang memasuki wilayah Kota Denpasar, di Pos Pengamanan dan Penyekatan Uma Anyar, Denpasar, Bali, Senin (11/5/2020). Pemkot Denpasar terus melakukan persiapan, sosialisasi dan mulai memperketat pintu masuk wilayah Kota Denpasar menjelang penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayah tersebut pada pertengahan bulan Mei 2020 sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR — Pemerintah Kota Denpasar memprediksi 4 Juni 2020 mendatang akan menjadi puncak kasus Covid-19 dengan perkiraan jumlah kasus mencapai 4.940 orang yang berasal dari kasus Positif, OTG, OPD hingga PDP.

Kepala Litbang Denpasar Putu Naning Djayaningsih mengatakan, per 12 Mei pihaknya telah menghitung jumlah kasus dari tiga kondisi data yang ada. Ketiganya perhitungan kurva merah yang merupakan prediksi puncak Covid-19, kemudian dari total kasus Covid-19 telah terkonfirmasi sebanyak 1.886 orang ditunjukan oleh kurva biru, dan dari jumlah tersebut sebanyak 706 orang telah memiliki NIK ditunjukkan oleh kurva hijau.

“Berdasarkan prediksi, seharusnya hari ini sudah mencapai 3.332 kasus, namun hal itu tidak terjadi,” katanya saat konferensi pers di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (13/5/2020).

Dari data yang ada dapat disimpulkan sampai saat ini kurva sudah mengalami kenaikan kumulatif tetapi melandai. Setiap harinya, penambahan kasus yang terjadi kadang meningkat dan kembali menurun. Namun secara keseluruhan, kurva tidak mengikuti prediksi peningkatan pada garis merah.

“Dengan melandainya kurva, memperlihatkan telah terjadi pengurangan kasus per harinya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Naning mengungkapkan bahwa epidemi dianalogikan dengan fenomena gunung es, kasus yang terlihat hanya di permukaan saja atau hanya melaporkan angka positif sebanyak 3 persen. Sementara itu, kasus Covid-19 lainya belum muncul secara keseluruhan, yakni 11 persen dari kasus PDP dan 83 persen kasus OTG dan ODP.

“Dari jumlah kasus keseluruhan di Denpasar, jika dihitung kasus positif yang terjadi seharusnya hanya 57 kasus, namun kita telah mencapai 62 kasus,” ungkapnya.

Untuk sebaran kasus positif Covid-19 di Denpasar terbanyak di Kecamatan Denpasar Utara sebanyak 23 kasus, di susul Denpasar Selatan 19 kasus, Denpasar Timur 14 kasus dan Denpasar Utara 6 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top