Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Desa Adat di Bali Berperan Strategis Tekan Penyebaran Corona

Desa adat ini dijadikan sebagai pilar utama untuk mendisiplinkan masyarakat.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  20:41 WIB
Sejumlah umat Hindu mengikuti ritual upacara Caru Antha Septa di kawasan Catur Muka, Denpasar, Bali, Rabu (29/4/2020). Ritual tersebut dilakukan untuk memohon berakhirnya wabah Covid-19 dan keselamatan masyarakat dunia. - Antara/Fikri Yusuf
Sejumlah umat Hindu mengikuti ritual upacara Caru Antha Septa di kawasan Catur Muka, Denpasar, Bali, Rabu (29/4/2020). Ritual tersebut dilakukan untuk memohon berakhirnya wabah Covid-19 dan keselamatan masyarakat dunia. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Keberhasilan Bali menekan laju Covid-19 tanpa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak lepas dari peran desa adat dalam upaya pencegahan penanganan virus corona.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan Pulau Dewata tidak memberlakukan PSBB dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya dengan menahan laju pertambahan pasien positif.

“Begitu muncul pertama kali di Bali, kami langsung mengeluarkan keputusan bersama bersama Majelis Desa adat dan PHDI untuk membentuk Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat," tuturnya Dalam Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melulai video conference, Selasa (12/5/2020).

Koster mengungkapkan, desa adat ini dijadikan sebagai pilar utama untuk mendisiplinkan masyarakat, melalui hukum adat, agar masyarakat tertib dan disiplin dan untuk mengendalikan pergerakan masyarakat.

Koster menjelaskan keberhasilan menekan angka Covid-19 ini juga buah sinergitas desa adat yang dilaksanakan bersama aparat keamanan, babinsa dan kelurahan. Sedangkan di tingkat menengah dilaksanakan sinergi dengan bupati/walikota se-Bali dengan arahan dan instruksi yang sejalan dengan pemerintah pusat.

Presiden RI Joko Widodo turut mengatakan bahwa langkah dan kebijakan yang dilakukan oleh Pemprov Bali dalam menekan Covid-19 sangat bagus terutama lewat satuan tugas berbasis desa adat, yang turut berperan dalam proses pembatasan wilayah hingga proses isolasi jika ada peningkatan kasus.

"Cara-cara seperti inilah yang kita inginkan, karena mereka yang ada di tingkat yang paling bawah itu yang paling tahu apa yang harus dilakukan," katanya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo turut mengamini hal tersebut, bahwa angka positif di Bali terus berkurang dan pasien di rumah sakit juga sudah banyak yang sembuh, serta tidak adanya penambahan angka kematian.

"Tentu ini harus kita hargai, meskipun tidak memilih PSBB namun Bali telah melakukan upaya secara maksimal dengan mamanfaatkan kearifan lokal,” jelasnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali mencatat pasien positif Covid-19 di provinsi setempat yang sembuh hingga Senin (11/5/2020) sebanyak 210 orang atau 66,87 persen dari jumlah total kasus. Secara kumulatif jumlah kasus positif di Bali sebanyak 314 orang.

Jumlah pasien yang meninggal empat orang, yakni dua WNA dan dua WNI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top