Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ribuan UMKM di Denpasar Terdampak Covid-19

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengatakan, UMKM yang paling terdampak Covid-19 ini bergerak dalam bidang kuliner, seperti rumah makan, pedagang nasi jinggo hingga pedagang pasar.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 29 April 2020  |  22:43 WIB
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR - Sebagai sentra bisnis dan perekonomian di Bali, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Denpasar yang paling dominan terdampak Covid-19, jumlahnya mencapai 4.445. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengatakan, UMKM yang paling terdampak Covid-19 ini bergerak dalam bidang kuliner, seperti rumah makan, pedagang nasi jinggo hingga pedagang pasar. 

"Sementara ini dampaknya terhadap pendapatan mereka jauh menurun bahkan ada yg tutup, namun untuk informasi karyawan yang dirumahkan atau di PHK, hingga saat ini belum ada laporannya masuk," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (28/4/2020).

Meruntut data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, per 16 April 2020, jumlah UMKM yang terdampak Covid-199 sudah mencapai 18.583. Dengan posisi yang paling dominan yakni di Kota Denpasar sebanyak 4.445, disusul Kabupaten Karangasem 4.338, Kabupaten Klungkung 3.617, Kabupaten Bangli 2.464, Kabupaten Jembrana 1.604, Kabupaten Tabanan 1.011, Kabupaten Badung 509, Kabupaten Gianyar 401, dan Kabupaten Buleleng 113. 

"Jumlah ini akan terus bertambah mengikuti perkembangan di kabupaten/kota masing-masing," tambahnya. 

Selanjutnya, sambung Mardiana, setelah proses pendataan dilakukan, nanti dijadikan sebagai data referensi jika paket kebijakan ekonomi itu sudah berjalan. Apakah orang tersebut mendapat bantuan stimulus atau tidak karena semua proses melalui Desa Adat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top