Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona, Pariwisata Lombok Kian Lesu

Sektor pariwisata Lombok mengalami tekanan akibat penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Hal ini tampak dari merosotnya frekuensi penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Lombok (BIL) sejak pemerintah memberlakukan masa tanggap darurat corona serta dari lesunya bisnis akomodasi dan perhotelan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 April 2020  |  22:49 WIB
AirAsia Indonesia menjadikan Lombok sebagai salah satu hub. - Bisnis/Eka Chandra Septarini
AirAsia Indonesia menjadikan Lombok sebagai salah satu hub. - Bisnis/Eka Chandra Septarini

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor pariwisata Lombok mengalami tekanan akibat penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Hal ini tampak dari merosotnya frekuensi penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Lombok (BIL) sejak pemerintah memberlakukan masa tanggap darurat corona serta dari lesunya bisnis akomodasi dan perhotelan. 

Communication and Legal Manager Bandara Lombok, Arif Haryanto, mengatakan sejak Maret 2020 lalu, pergerakan pesawat berkurang 9,12 persen dan pergerakan penumpang berkurang 8,28 persen.

Sebelum wabah corona meluas, pada Januari 2020 ada 2.690 pergerakan pesawat. Sebulan berikutnya, pada Februari 2020 ada 2.446 pergerakan, atau naik 26,54 persen jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, angka penumpang yang datang dan pergi di Bandara Lombok pada bulan Januari 2020 mencapai 260.051 penumpan atau bertambah 15,24 persen jika dibandingkan Januari 2019. Selanjutnya, pada Februari 2020 sebanyak 214.570 penumpang atau naik 26,54 persen.  

Pada 1 April 2020, kata Arif, penerbangan masih cukup tinggi yakni 40 pergerakan yang mengangkut 2.842 penumpang.

Akan tetapi mulai 13 April 2020, pergerakannya hanya tersisa 20 penerbangan yang mengangkut 948 orang. Tren penurunan penumpang ini telah terlihat sejak Maret 2020 dan dipastikan akan semakin anjlok pada April.

“Masyarakat sudah benar-benar melaksanakan imbauan untuk mengurangi aktivitas bepergian,” kata Arif Rabu 15 April 2020 sore.

Menurut Arif, maskapai kini sudah mengurangi frekuensi penerbangannya. Bahkan AirAsia sudah menghentikan layanannya sejak 21 Maret 2020 dan diperkirakan sampai 21 April 2020. 

Bandara Lombok yang semula beroperasi nonstop kini hanya beroperasi 16 jam per hari, mulai pukul 06.00 WITA - 22.00 WITA. Bahkan terhitung mulai 18 April sampai dengan 17 Mei 2020 mendatang, operasional BIL berkurang menjadi 15 jam saja, dari pukul 06.00 WITA-21.00 WITA.

Dari sisi bisnis perhotelan, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Nusa Tenggara Barat (PHRI NTB) Ni Ketut Wolini melaporkan bahwa 24 hotel sudah tutup. Saat ini jumlah hotel yang masih buka sebanyak 32 hotel.

Dari jumlah tersebut, karyawan yang dirumahkan oleh hotel yang tutup itu sebanyak 1.932 orang. Adapun hotel yang masih buka tapi merumahkan karyawan sebanyak 1.378 orang. “Jadi karyawan yang dirumahkan sebanyak 3.310 orang,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lombok covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top