Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah

Jumlah kumulatif yang sembuh sebanyak 10 orang itu terdiri dari dua WNA dan delapan WNI.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 April 2020  |  19:00 WIB
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh yang dipasang di Terminal Penumpang Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3/2020). - Antara/Fikri Yusuf
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh yang dipasang di Terminal Penumpang Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3/2020). - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mencatat hingga 1 April 2020, di provinsi setempat ada tambahan enam kasus positif Covid-19 dan sekaligus juga enam orang yang dinyatakan sembuh.

"Berarti hari ini ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak enam orang, karena kemarin saya umumkan 19 orang. Kemudian kabar baik harus saya informasikan pada masyarakat, dilaporkan enam orang yang positif Covid-19 juga sembuh dan dipersilakan pulang," kata Dewa Indra saat menyampaikan keterangan melalui video streaming di Denpasar, Rabu (1/4/2020).

Dia mengemukakan, secara kumulatif jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Bali hingga saat ini sebanyak 157 orang. Dari jumlah PDP tersebut, hasil uji sampel swab yang sudah keluar sebanyak 136 orang, yakni 111 orang dinyatakan negatif dan 25 orang positif Covid-19.

Dibandingkan data pada Selasa (31/3) dengan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 19 orang, ada enam tambahan kasus positif sehingga menjadi 25 orang, sedangkan yang sembuh, secara akumulatif sekarang menjadi 10 orang karena sebelumnya yang sembuh ada empat orang.

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali itu merinci, dari jumlah kumulatif yang sembuh sebanyak 10 orang itu terdiri dari dua WNA dan delapan WNI.

"Adanya pasien yang sembuh ini menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan pada kita semua, bahwa Covid-19 bisa kita sembuhkan, caranya dengan disiplin menjaga kesehatan dan disiplin melakukan karantina. Itu adalah kuncinya," ucapnya.

Meskipun ada tambahan enam kasus positif Covid-19 baru, kata Dewa Indra, hari ini juga disampaikan dua orang diantara yang enam positif itu dinyatakan sembuh.

Mengapa bisa dinyatakan positif sekaligus sembuh, kata Dewa Indra, karena dua pasien tersebut sembari menunggu hasil lab dari Balitbangkes Kemenkes, secara fisik kondisinya setelah menjalani perawatan di RS itu sehat dan pihak RS juga melakukan uji swab.

"Yang lama itu menunggu hasil lab di Kemenkes yang menyatakan positif. Meskipun di Bali sudah bisa melakukan uji lab, tetapi sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, tetap harus diuji lab di Jakarta," ucapnya.

Hasil uji lab dari Balitbangkes yang menyatakan pasien tersebut positif Covid-19 baru didapatkan, sedangkan sebelumnya dari pihak RS juga sudah melakukan uji swab lagi bagi dua pasien itu sebanyak dua kali dan hasilnya negatif.

Dewa Indra kembali mengingatkan masyarakat Bali untuk mematuhi protokol kesehatan yang selama ini sudah terus disampaikan, di antaranya dengan mengikuti imbauan untuk menjaga jarak, mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), meniadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak, rajin berolahraga, menjaga kebugaran tubuh, dan mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang.

Dalam perkembangan berbeda, Psikolog Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar, Lyly Puspa Palupi mengatakan bahwa cemas berlebihan selama wabah corona (Covid-19) bisa menyebabkan timbulnya gejala psikosomatis yang kurang baik pada tubuh seseorang.

"Kecemasan adalah reaksi psikisomatik ketika menghadapi situasi, kondisi, atau objek yang dianggap kurang menyenangkan, atau berbahaya. Reaksinya bisa juga dalam bentuk gejala fisik seperti sakit perut, jantung berdetak lebih cepat, keringat dingin, pusing, dan lain sebagainya," jelas Lyly Puspa Palupi di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan bahwa gejala psikosomatis bisa bermacam-macam, antara lain gangguan pada lambung atau sakit maag, pusing, batuk-batuk tanpa berhenti, sakit kepala, dan lain sebagainya.

Timbulnya gejala psikosomatis disebabkan karena faktor psikis (emosi dan pikiran) yang mengganggu kondisi individu tersebut. Kata dia, rasa cemas yang berlebihan selama wabah corona ini bisa dialami siapa saja mulai dari remaja SMP sampai dengan orang dewasa.

"Jadi benar psikosomatik timbul dari rasa cemas yang berlebihan. Begitu rasa cemas hilang, biasanya keluhan fisik nya juga akan ikut hilang," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top