Cegah Corona, Denpasar Terapkan Belanja Online Kebutuhan Pokok

Dengan diterapkannya sistem belanjan online maka masyarakat diharapkan tidak perlu berbondong-bondong datang ke pasar dan memborong sembako.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  09:16 WIB
Cegah Corona, Denpasar Terapkan Belanja Online Kebutuhan Pokok
Seorang ibu membeli jahe dan rempah-rempah lainnya di pasar Badung, Provinsi Bali pada Selasa (10/3/2020). - Bisnis/Luh Putu Sugiari

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Denpasar menghadirkan layanan belanja daring atau online untuk kebutuhan pokok masyarakat. Kebijakan yang berlaku sejak Jumat (27/03/2020) ini diharapkan bisa meminimalisir keramaian di pasar saat wabah virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar IB Kompyang Wiranata mengatakan dalam suasana kewaspadaan covid 19 ini kebutuhan pokok masyarakat harus tetap terpenuhi.

"Guna memastikan masyarakat tetap dirumah namun tetap dapat membeli kebutuhan pokok, telah dirancang sistem belanja online," kata Kompyang, Kamis (26/03/2020).

Wiranata menegaskan dengan diterapkannya sistem online masyarakat tidak perlu berbondong-bondong datang ke pasar dan memborong sembako.

"Kebutuhan pokok tetap tersedia dan dapat dibeli dengan layanan Go Shop pada aplikasi Gojek," kata Gus Kompyang sapaan akrabnya.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai menambahkan seluruh proses pembelian dan pengantaran pesanan akan disesuaikan dengan mitigasi penanganan virus corona.

"Pengendara yang sebelumnya sudah diberikan pemahaman akan selalu melengkapi diri dengan handsanitizer. Di Pasar Badung juga akan disediakan hand danitizer serta cairan disinfektan untuk kendaraan dan pengendara," ungkapnya.

Dengan pemberlakuan kebijakan belanja daring ini, diharapkan sejak 27 Maret ini masyarakat tetap berada di rumah. Sedangkan aktivitas berbelanja kebutuhan pokok lewat online untuk menghindari kerumunan sebagai penerapan social dan physical distancing untuk memutus
penyebaran Covid-19, lindungi diri dan lindungi sesama.

Sementara itu, di tengah virus corona ini bantuan program sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM)/ keluarga kurang mampu tetap dilaksanakan Pemkot Denpasar.

Kadis Sosial Made Mertajaya menuturkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau keluarga kurang mampu mendapat bantuan sembako setiap bulan (non tunai) sebesar Rp150.000 yang bisa ditukarkan di agen /e-Warong yang ditunjuk dan telah memiliki kerjasama dengan Kementerian Sosial, pemerintah kota.

"Untuk antisipasi dampak covid-19 nilai bantuan ditambahkan menjadi Rp200.000 berlaku sementara dari Bulan Maret s/d Agustus 2020," imbuhnya.

Untuk diketahui total penerima Program Sembako di Kota Denpasar pada Bulan Maret 2020 ini sebanyak 3058 KPM dengan realisasi penyaluran Program Sembako hingga per tgl 16 Maret 2020 sudah mencapai 40 persen (1216 KPM).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top