Warga NTT Diminta Tak Meramaikan Ritus Pasola

Pasola atau pahola adalah permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  13:40 WIB
Warga NTT Diminta Tak Meramaikan Ritus Pasola
Seorang peserta festival Pasola sambil memegang "aipahola" atau kayu pasola memacu kudanya dalam acara Festival Pasola Wanokaka, di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa (26/2/2019). - Antara/Kornelis Kaha.

Bisnis.com, KUPANG - Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) melarang warganya, untuk mengunjungi arena penyelenggaraan ritus budaya Pasola yang digelar di Kabupaten Sumba Barat untuk mengantisipasi masuknya virus Corona di daerah itu.

"Larangan ini mengingat, arena penyelenggaraan Pasola dihadiri oleh banyak orang, terutama wisatawan dalam dan luar negeri," kata Bupati Sumba Timur, Paulus SK Limu kepada Antara, Senin (16/3/2020).

Ia mengemukakan hal itu, dalam percakapan melalui telepon genggam terkait langkah pemerintah mengantisipasi virus Corona di wilayah itu, dan bagaimana dengan kegiatan ritus budaya Pasola, yang akan menjadi tempat berkumpulnya orang dari berbagai daerah, termasuk wisatawan asing.

Pasola atau pahola adalah permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.

Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat Sumba).

Permainan Pasola diadakan pada empat kampung di Kabupaten Sumba Barat. Keempat kampung tersebut antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.

Menurut dia, kegiatan Pasola ini, biasanya dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai penjuru dunia, sehingga untuk sementara harus dihindari di tengah Pandemi Covid-19 saat ini.

Dia menambahkan, kepada seluruh warga Sumba Tengah yang telah berada di luar daerah, dan akan pulang ke Sumba Tengah akan dilakukan self distancing atau menjauhkan diri dari kegiatan sosial selama 14 hari sampai terbukti tidak timbul gejala Corona.

Langkah ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI dan WHO, kata Paulus SK Limu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ntt, kupang, destinasi wisata

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top