Optimalisasi Benoa Bisa Mengurangi Lintasan 150 Truk Perpekan

Saat ini arus barang di Bali dominan memanfaatkan jalur darat.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  18:41 WIB
Optimalisasi Benoa Bisa Mengurangi Lintasan 150 Truk Perpekan
Gubernur Bali, I Wayan Koster (kiri) didampingi Direktur Operasional dan Komersial Pelindo III, Putut Sri Muljanto (tengah) dan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra (kanan) saat menghadiri Penandatangan Nota Kesepakatan tentang Pemberian Insentif Jasa Pelabuhan Produk Ekspor dari Bali untuk Peningkatan Aktivitas & Efisiensi Logistik Angkutan Laut di Benoa Cruise Terminal, Jumat (28/2/2020). - Bisnis/Busrah Ardans

Bisnis.com, DENPASAR - Pengiriman barang melalui kapal laut di Pelabuhan Benoa diharapkan bisa mengurangi kepadatan jalan di Bali setara 150 truk perpekan.

Kadis Perhubungan Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta mengatakan arus barang di Bali dominan memanfaatkan jalur darat. Hal ini memicu biaya sosial semisal jalan rusak, ada kemacetan, maupun kecelakaan.

"Memang belum sepenuhnya satu persepsi misalnya lewat darat kapan saja bisa berangkat sementara laut disiplin. Menyiapkan barang, beberapa jam sudah harus terbungkus dengan baik, diperiksa baru kemudian berangkat," kata Gunarta seusai menghadiri Penandatangan Nota Kesepakatan tentang Pemberian Insentif Jasa Pelabuhan Produk Ekspor dari Bali untuk Peningkatan Aktivitas & Efisiensi Logistik Angkutan Laut di Benoa Cruise Terminal, Jumat (28/2/2020).

Menurutnya bila jalur laut dimaksimalkan bisa mengurangi laluan 150 truk jadi 30 truk perhari jika hitungan kasar. Saat ini truk memiliki porsi 30 persen dari seluruh trafik di Pulau Dewata.

Gunarta menjelaskan jadwal kapal dari Benoa ke Surabaya sekarang enam call, dengan masing-masing kapasitas ada 70 TEUs. Tingkat keterisian baru 52 TEUs per hari ini. Tingkat keekonomian tercapai bila arus barang 1.000 TEUs per bulan. "Kita dorong sama-sama, Bea Cukai, perdagangan, eksportir tentunya harus mendorong produksi," jelasnya.

Pelindo III menawarkan diskon 31 persen dari total biaya dalam pemaksimalan program angkutan laut ini.

Gubernur Bali, I Wayan Koster berharap arus barang Bali selama ini dominan mengandalkan jalur darat, terutama angkutan domestik dari Jawa-Bali. "Pengoptimalkan pelabuhan Benoa sebagai transportasi laut menurut saya pilihan yang tepat. Saya sangat mendukung," kata Koster dalam sambutannya.

Direktur Operasional dan Komersial Pelindo III, Putut Sri Muljanto berharap insentif 31 persen dari tarif dasar menarik minat menggunakan angkutan laut via Benoa.

"Pengalihan angkutan logistik ini diharapkan membuat wisatawan akan merasa nyaman berlalu lintas di darat, kecelakaan berkurang, kemacetan berkurang, biaya perbaikan jalan pun juga akan berkurang," harapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, pelindo iii, pelabuhan benoa

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top