Target 100.000 Merchant QRIS, BI Bali Bidik Ibu-ibu PKK

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali menargetkan jumlah merchant yang menggunakan sistem pembayaran QRIS pada 2020 mencapai 100.000 merchant. BI Bali membidik ibu-ibu PKK
busrah ardans
busrah ardans - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  13:43 WIB
Target 100.000 Merchant QRIS, BI Bali Bidik Ibu-ibu PKK
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Ameriza M. Moesa (kanan), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho (dua dari kanan), Dosen Universitas Udayana, Pegawai Bank Indonesia, Ari Trisno Nugroho (keempat, dari kanan) Ketua PKK Kota Denpasar, Ida Ayu Selly Fajarini (keempat dari kanan), Ketua DPD APRINDO Bali, A.A. Ngurah Agung Agra Putra (tiga dari kanan) di Denpasar.

Bisnis.com, DENPASAR—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali menargetkan jumlah merchant yang menggunakan sistem pembayaran QRIS pada 2020 mencapai 100.000 merchant.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho mengatakan salah satu cara untuk memenuhi target itu dengan menggaet ibu-ibu PKK di Kota Denpasar agar menggunakan QRIS saat berbelanja. Pada saat ini jumlah pedagang yang sudah menggunakan sistem pembayaran tersebut mencapai 65.000 merchant atau menduduki peringkat ke 9 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

"Kenapa ibu-ibu PKK? karena kita tahu bahwa istri yang pegang duit. Contohnya, saya jarang pegang duit, istri yang belanja di rumah, bisa dibilang bendahara di rumah itu istri saya. Jadi dia harus tahu QRIS," kata Trisno di Denpasar, Rabu, (26/2/2020).

Menurutnya, Bali bisa memanfaatkan sistem ini dengan adanya wisatawan serta berkembangnya sektor UMKM. Trisno menegaskan Bali harus bisa mengalahkan Sumatera Utara, kemudian Sumatera Selatan dan Makassar.

“Kami optimis bisa mengalahkan mereka. Kan sebelumnya kita urutan 11 tapi berhasil menggeser Riau, Batam," jelasnya, optimis.

Keunggulan dari pembayaran menggunakan QRIS ini, ujar Trisno merchant tidak dibebani biaya besar karena modalnya hanya stiker. Karena sistem pembayaran ini juga sudah menyentuh mikro sehingga pihaknya mendorong ibu-ibu yang selalu belanja ke pasar tradisional misalnya, agar bisa menggunakan QRIS.

Ketua PKK Kota Denpasar, Ida Ayu Selly Fajarini berjanji mendorong ibu-ibu PKK Denpasar menggunakan sistem pembayaran QRIS.

"Kalau target sih seluruh ibu-ibu di Denpasar karena ini kan keuntungan juga untuk kita. Karena ini sangat memudahkan akses transaksi kita, lebih aman, praktis dan efisien. Target 100%," kata Selly.

Pihaknya mengaku program-program QRIS sudah diikutkan dan disosialisasikan dalam event-event akbar di Kota Denpasar. Misalkan, Denpasar Festival dan Rumah Belanja.

"Kita tidak bisa mendata siapa yang pakai atau tidak, tapi program-program kita itu sudah melibatkan ibu-ibu untuk melakukan transaksi. Seperti sebelumnya, kita adakan Festival Rumah Belanja, Denpasar Festival, itu semua transaksi menggunakan QRIS jadi otomatis menjadi bentuk sosialisasi bagi masyarakat dan mereka juga menggunakannya," akunya.

Di sisi lain, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Ameriza M. Moesa menuturkan, kondisi terakhir data penetrasi QRIS di Indonesia sudah menyentuh 2,8 juta merchant di Indonesia. 

Angka 2,8 juta ini, kata Moesa, posisinya hampir 100% merchant yang dulunya menggunakan QR masing-masing, sekarang sudah terintegrasi. Artinya sudah terimplementasi 100%.

"Sekarang target kita sudah tercapai, yang mana seluruh merchant yang dulu menggunakan QR lama semuanya sudah terkonversi dengan jumlah sekitar 2,8 juta. Secara kuantitatif belum menargetkan berapa angkanya, tapi kita bulan Maret ini akan selenggarakan QRISWeek atau Minggu QRIS yang diselenggarakan tanggal 9-15 serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Bali. Tujuannya, tentu mendorong penggunaan QRIS se-Indonesia," kata Moesa yang turut hadir ke Bali.

Jika berhasil dalam QRISWeek, timnya berharap bisa mencapai 4 juta merchant di 2020.

"Tapi ini angka belum resmi. Kami pikir ini masih awal tahun jadi diperkirakan bisa. Kami menyambut baik kota Denpasar untuk kampanye QRIS. Karena ini sudah tren global, bukan hanya ikut-ikutan tapi di China, India, dan lainnya sudah menggunakan, dan berhasil," jelasnya lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, sistem pembayaran, QR code

Editor : Feri Kristianto
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top